Monday, 16 March 2026
HomeKabupaten BogorJadi Klaster Paling Berbahaya, Pemkot Akan Awasi Perkantoran

Jadi Klaster Paling Berbahaya, Pemkot Akan Awasi Perkantoran

BOGOR DAILY – Wali Kota Bogor Bima Arya meminta camat dan lurah melakukan pemantauan terkait tren klaster Covid-19 dari perkantoran.

“Saya minta semua untuk berhati-hati karena klaster perkantoran sekarang yang utama. Jadi bukan tempat umum, bukan rumah makan, bukan restoran, yang paling berbahaya adalah klaster perkantoran,” ungkap Bima Arya, Rabu (7/10/2020).

Dia meminta rapat-rapat di dalam ruangan di lingkungan perkantoran di Kota Bogor dikurangi untuk mencegah penularan.

“Di balai kota dikurangi rapat-rapat di dalam ruangan, semua di luar. Ventilasinya diperhatikan. Saya minta camat dan lurah melakukan pengawasan bergeser ke perkantoran, bukan hanya rumah makan. Tim Merpati dan Tim Elang juga bergeser ke sektor perkantoran,” ujarnya.

Bima juga meminta Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk mendalami sampel di klaster perkantoran untuk bisa lebih memetakan tempat rawan penularan.

“Kita dalami juga, saya tugaskan Dinkes untuk mendalami sampel dari klaster perkantoran ini polanya bagaimana, apakah terpapar di kantin atau pas rapat. Lalu, petakan juga, apakah perkantoran di luar Kota Bogor atau apa,” kata Bima.

Bima Arya juga meminta kepada tim Deteksi Aktif (detektif) Covid-19 Kota Bogor untuk lebih baik saat melakukan tracing.

“Unit lacak dan unit pantau rapihkan lagi proses pemantauan dan tracing atau protap untuk swab. Jangan sampai ada ODP yang lolos dan lain-lain, termasuk spesimen yang masuk ke lab harus segera diketahui hasilnya. RSUD Kota Bogor juga sudah punya alat itu, cukup membantu,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here