Wednesday, 8 April 2026
HomeBeritaMati Mendadak Saat Olahraga? Begini Penjelasan Dokter Spesialis Jantung

Mati Mendadak Saat Olahraga? Begini Penjelasan Dokter Spesialis Jantung

BOGOR DAILY – Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia, Rumah Sakit Azra Bogor Menggelar Health Talk “Sedang Olahraga, Mati Mendadak, Kok Bisa?” via zoom Meeting, (30/9/2020).

Mengingat jantung merupakan organ terpenting suatu tubuh, selain untuk memompa aliran darah.

Permasalahannya, sampai detik ini rokok menjadi penyebab kerusakan fungsi jantung, selain itu kelebihan berat badanpun akan menutup jalur-jalur di dalam tubuh yang mana hal tersebut tertutup karena banyaknya lemak didalam tubuh.

Momen Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 September, RS Azra Bogor menggelar Health Talk dengan judul “Sedang Olahraga, Mati Mendadak, Kok Bisa?” ya seperti judulnya, bagaimana bisa kita mati mendadak sedangkan kita sedang melakukan olahraga untuk kesehatan tubuh.

Sebagai dokter spesialis jantung di RS Azra, dr Ramang Napu mengatakan, di era teknologi maju seperti sekarang, masyarakat sudah bisa menggunakan alat untuk mengukur heart rate selama sedang berolahraga, ukuran maksimumnya adalah 220 dikurangi usia anda.

“Angka tersebut, yang menentukan, batas maksimum jantung anda berdetak,” kata dia.

Sayangnya, kata dia, banyak individu yang masih mengabaikan hal tersebut, merasa dirinya kuat namun tidak mengukur kemampuan tubuh.

Seperti yang sedang tren saat ini, bersepeda. Merasa gengsi dengan teman-teman serombongan, pada saat menanjak, dalam diri merasa tidak kuat namun sungkan untuk memberitahu rombongan lainnya.

Akibatnya, jantung berdebar hebat dan mengakibatkan terganggunya organ lain, kurang oksigen bahkan sampai menyebabkan pingsan.

“Olahraga itu untuk sehat, bukan gaya hidup,” tegas dr Ramang Napu dalam tengah-tengah penyampaiannya.

Seperti halnya yang terjadi kepada Adjie Massaid. Karena, kata dia, ada beberapa pemicu, kurangnya waktu istirahat, menyebabkan kurang fit tubuh lalu meningkatkan berdebarnya jantung yang luar biasa.

Menurutnya, Alada baiknya lakukan olahraga secara rutin namun sering, apabila jarang namun sekalinya olahraga dengan porsi yang cukup tinggi, cenderung lebih mendatangkan efek yang berbahaya.

Diberbagai negara sudah di wajibkan rakyatnya untuk mengikuti pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar). “Hal itu diperlukan jika terjadi sesuatu seperti pingsan pada orang dilingkungan sekitar, kita sudah mengerti apa yang harus dilakukan. Tepuk bagian pipi lalu panggil untuk memeriksa responnya, pegang denyut nadi di sekitar leher untuk memeriksa tanda kehidupan, jika orang tersebut belum sadar berikan pompa (dititik tengah sejajar dengan puting laki-laki) dengan perbandingan 15 kali pompa, diselang 2 kali tiup bantuan nafas. Sambil panggil orang sekitar untuk memanggil bantuan, petugas medis atau ambulance.”

  • Ilmu dasar tersebut sangat perlu dan penting di ketahui, setidaknya jika dalam satu keluarga ada satu saja anggota keluarga yang mengerti dan bisa melakukan bantuan hidup dasar, maka akan banyak nyawa yang tertolong. Dikarenakan hal tersebut sangat cepat, sekitar 5 menit saja dari terserangnya jantung / tidak sadarkan diri, maka sebelum memanggil bantuan medis, alangkah lebih perlunya untuk melakukan bantuan dari orang sekitar terlebih dahulu. (/rsa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here