Nita Thalia Habiskan Miliaran Rupiah Demi Operasi Bokong

  • Whatsapp

BOGOR DAILY- Nita Thalia dan Nurdin Rudythia gagal mediasi di sidang perceraian. Nurdin Rudythia buka suara soal alasan utama cerai dari Nita Thalia.
Ia mengatakan hal tersebut adalah karena kebutuhan Nita Thalia yang semakin besar dan dirinya tidak bisa memenuhi.

“Ya mungkin kan 20 tahun itu kita coba, tapi ternyata belakangan kan teh Nita semakin lama semakin jadi artis populer, mungkin kebutuhannya sudah mulai meningkat juga,” ujar Nurdin Rudythia saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Utara.

Menurutnya kebutuhan itu adalah untuk selalu tampil cantik. Nita Thalia disebut tak puas atas apa yang sudah dimilikinya.

Nita Thalia pernah melakukan operasi plastik. Ia bahkan sampai merogoh kocek miliaran rupiah demi mendapatkan kecantikan yang sempurna menurutnya.

“Ya pastilah, namanya hidup kan. Namanya orang udah cantik pengin lebih cantik. Udah cantik, pengin lebih cantik lagi,” tutur Nurdin Rudythia.

“Cuma namanya orang hidup kan selalu ingin lebih. Gitu aja masalahnya,” pungkas pria yang juga menjadi manajernya tersebut.

Nita Thalia blak-blakan mengenai operasi plastik yang dilakukannya. Untuk menjaga penampilannya, Nita mengaku melakukan operasi plastik dari bagian wajah sampai tubuhnya.

“Usia saya kan nggak lagi muda, tapi saya masih tetap produktif. Nggak ada salahnya melakukan operasi plastik. Saya melakukannya sejak 2003 di salah satu klinik yakni Queen Beauty,” ujar Nita Thalia.

Untuk itu semua, Nita juga mengeluarkan biaya yang lumayan fantastis. Seperti beberapa waktu lalu, Nita melakukan operasi face lift dan operasi lipatan mata. Biaya kisaran yang dihabiskan sekitar Rp 200 juta.

“Kalau keseluruhan sekitar Rp 1 miliar, itu kan untuk berbagai operasi plastik. Kalau yang face lift dan menghilangkan kantung mata, maka wajah akan kembali kencang dan mulus agar tampak lebih muda,” jelasnya.

“Operasi yang saya lakukan di antaranya, hidung, implan hidung dan banyak sekali. Saya ketahuan operasi, padahal saya nggak mau buka ke media. Saya terus terang, saya betul operasi,” tuturnya.

“Payudara saya operasi di sini juga, terus filer dan botox, itu rutin saya lakukan enam bulan satu kali. Terus bokong, saya banyak ditanya operasi di mana. Dibanding dengan operasi payudara kan sudah umum, di Indonesia banyak yang menginginkan payudara indah, tapi bokong masih sangat tabu.”

Tapi mengenai tuduhan dirinya membebani sang suami atas berbagai operasi tersebut, Nita Thalia membantahnya. Ia mengatakan selama ini dibelinya pakai uang dari jerih payahnya sendiri.

“Silahkan bapak berkoar2 sesuka hati… ALLAH tidak tidur ALLAH maha tau segalanya, apapun yg sy beli tmsk rmh, mobil & lain2 sy beli pake uang sendiri apapun yg sy inginkan pake uang dari hasil keringat sendiri, masih ingatkan bapa suka motong 40% dari hasil kerja sy selama 15 th? Masih ingat ga bapak yg mengendalikan keuangan sy hasil jerih payah sy sendiri yg tidak boleh sy pegang sendiri?” buka Nita Thalia dalam Instagram miliknya.

“Masih ingat kan sy beli aset apapun dari hasil keringat sy sendiri tp tidak boleh atas nama sy semua hrs atas nama bapak? Masih ingat ga biaya rmh tangga yg seharusnya menjadi kewajiban bapak tp bapak hutangkan ke sy & harus sy ganti?” sambungnya lagi.

“Masih ingat ga beberapa kali sy sakit dirawat di rmhskt sy hrs membiayai diri sendiri? Masih ingat ga disaat sy melahirkan anak, bapak sbg suami tidak mengeluarkan biaya apapun?” lanjutnya lagi.

“Apalagi hanya biaya kecantikan ga seberapa buat sy, sy adlh brand ambassador @queenklinikkecantikan kontrak kerja semua ada & sy tdk pernah meminta 1 sen pun utk biaya kecantikan sm bapak,” ungkap Nita Thalia.

“Sudah cukup bapak memanfaatkan tenaga sy selama ini. Skrg bapak sdh bebas dari sy bebas memilih wanita mana saja yg bapak sukai tanpa hrs takut ketauan lagi sm sy. Kurang sabar apa selama ini sy sama bapak, kurang berbakti gmn lagi selama ini sy sm bapak? Apa hrs sy bongkar semua disini? #deletesoon,” tutup Nita Thalia.

Loading...
  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *