BOGORDAILY – Pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3) sepertinya akan kembali molor. Minimnya alokasi anggaran pembangunan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor menjadi penyebabnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi menuturkan, ada kendala dalam menyelesaikan pembangunan ruas Jalan R3, di antaranya persoalan pembebasan lahan.
Chusnul juga menyebut, penyelesain kendala itu tidak mungkin bisa diselesaikan dalam waktu dekat mengingat keterbatasan alokasi anggaran di Dinas PUPR.
“Belum ada progres kelanjutan lagi untuk Jalan R3, proses pembebasan lahannya belum. Untuk tahun depan saja belum ada ya. Jadi belum ada kelanjutan untuk pembangunannya,” kata Chusnul, Senin (16/11/2020).
Chusnul menjelaskan, pembebasan lahan yang belum dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai perencanaan, yakni sepanjang 2,1 kilometer.
Terakhir kali,kata Chusnul, lahan yang dibebaskan hanya 400 meter persegi. Itu pun baru di sekitar Perumahan Mutiara Bogor Raya (MBR) sampai Katulampa.
Sedangkan lahan dari Katulampa hingga ke Wangun, Jalan Raya Tajur, yang harusnya sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer, masih belum bisa dibebaskan.
Menurut Chusnul, untuk membebaskan Pemkot Bogor membutuhkan anggaran kurang lebih Rp160 hingga Rp170 miliar.
“Anggarannya belum ada untuk pembebasan lahan lanjutan Jalan R3 itu, karena kita diberikan anggaran itu tidak terlalu besar. Untuk tahun anggaran 2021, alokasi kita paling sebanyak Rp200 miliar,” terang Chusnul.
