BOGORDAILY – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Kabupaten Bogor melaporkan kasus positif COVID-19 menurun. Meski terus mengalami penurunan, kata dia, diharapkan tidak menjadi lengah terhadap protokol kesehatan.
Berdasarkan data monitoring harian kewaspadaan infeksi COVID-19 Kabupaten Bogor, tercatat dalam sehari ada 3 penambahan kasus konfirmasi positif. “Tiga orang positif itu berasal dari Kecamatan Sukaraja, Pamijahan, dan Cibinong,” kata Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan, Senin (9/11/2020).
Kabar baiknya, angka kasus kesembuhan dalam sehari ada 35 orang, bahkan kasus suspek selesai sebanyak 137 orang. “Kemudian ada dua kecamatan yang berubah dari zona oranye ke zona hijau,” katanya.
Dia menyebutkan, dengan demikian total kasus positif di Kabupaten Bogor sejak awal pandemi hingga hari ini Senin 9 November 2020, sebanyak 2929 Kasus. “Rinciannya, sembuh 2.472 orang, meninggal 63 orang, dan konfirmasi aktif atau masih sakit 388 orang,” katanya.
Sementara itu, Jubir Pemkot Bogor untuk Siaga Corona, Sri Nowo Retno mengatakan, data secara berkala dipublikasikan kepada masyarakat melalui laman covid-19.kotabogor.id, juga dibagikan kepada media rutin setiap hari.
Retno menerangkan, alur pemuktahiran data harian berdasarkan hasil tracing pasien-pasien dengan kategori suspek COVID-19.
“Begitu kita ketemu pasien dinyatakan suspek, hari itu juga kita lakukan tracing. Didata siapa saja yang sudah kontak sambil menunggu hasil sampel yang dikirim ke lab Litbangkes. Yang penting kita punya data dulu, setidaknya sudah punya langkah-langkah bagaimana bila positif,” kata Retno.
Selanjutnya, berdasarkan penelusuran kontak para tenaga pemantau mulai mengelompokan orang-orang berisiko mulai dari kotak erat hingga suspek, kaus COVID-19 menurun.
“Setiap hari mereka akan memantau orang dengan beriko itu dan dianjurkan melakukan isolasi mandiri. Dinkes juga melaporkan kasus tiap hari ke propinsi by name by address dan dilaporkan ke Kemenkes,” terang Retno yang juga Kadisnkes Kota Bogor.
Menurut dia Kota Bogor saat ini bekerjasama dengan Litbangkes BBTKL, Jakarta, BPOM Jakarta, Labkesda Jabar Bandung, Lab IPB, dan Lab Balitvet Bogor untuk melakukan uji sampel.
Hasil uji sampel bisa diketahui kurang lebih satu pekan. Hasil dapat lebih lama, bila fasilitas lab-lab tersebut penuh.
Untuk proses mengetahui pasien positif, tambah Retno, dari laboratorium hasilnya langsung di input ke PHEOC Kemenkes.
Kemudian hasilnya diteruskan ke dinkes dan Satgas Provinsi Jabar. “Untuk pasien positif data dari Lab langsung terintegrasi ke PHEOC Kemenkes,” jelas Retno.
Terkait penyelarasan data yang diminta Pemerintah Pusat, Retno menyebut skema kerja yang dilakukan Pemkot Bogor saat ini sudah betul.
Sementara dalam pengkategorian pun Kota Bogor sudah menggunakan istilah terbaru.
