BOGOR DAILY-KPU Kabupaten Bogor terus melakukan pendidikan pemilih khususnya di perguruan tinggi di wilayah tatar Tegar Beriman. Sedikitnya ada 10 kampus yang sudah terlibat dalam pendidikan pemilih melalui program KPU Goes to Campus dari KPU RI.
Dari program itu, KPU berencana menindaklanjutinya dengan merumuskan kesepakatan pemahaman bersama dengan pihak kampus melalui pendidikan pemilih pemula dan pemilih milenial.
“Ada 9 kampus dari 11 kampus yang sudah kami ajak bersama melakukan pendidikan pemilih melalui kegiatan KPU goes to Campus. Meskipun dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan KPU melaksanakan kegiatan yang dilakukan secara daring.
“Alhamdulillah mahasiswa dan civitas akademik kampus–kampus tersebut sangat menyambut baik kegiatan ini dengan selalu memenuhi kuota peserta sebanyak 100 orang,” ujar Anggota KPU Bogor Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Herry Setiawan, Rabu 25 November 2020.
Sembilan kampus yang diajak KPU Bogor yakni, Universitas Djuanda, IPB, STAI Al Aulia, Universitas Nadhlatul Ulama, STKIP Muhammadiyah, INAIS, STAI El Adabi, INAIS dan Institut Ummul Quro. Sementara ada dua kampus yang tidak menindaklanjuti undangan kegiatan KPU.
“Kampus tersebut kami tentukan karena berada di wilayah Kabupaten Bogor. Dari giat tersebut, pihak kampus kemudian mengusulkan agar ada kegiatan rutin dalam mengedukasi mahasiswa terkait pemilu dan demokrasi dan dibingkai dalam bentuk MoU yang saat ini sedang kami rumuskan bersama pihak kampus yang bersedia bekerjasama dalam meningkatkan partisipasi pemilih dan peningkatan literasi demokrasi,” ujar Herry.
Dalam kesempatan itu, Herry menambahkan giat KPU goes to Campus telah membuka mata KPU Bogor yang ternyata sangat banyak tokoh dan pemikir nasional yang kini beraktivitas di Bogor dan dapat turut serta menyumbangkan pemikirannya dalam berbagai bidang kehidupan di Bogor.
“Ada banyak masukan pula ke KPU Bogor untuk terus melakukan perbaikan sistem demokrasi elektoral ke depan,” ungkapnya
Salahsatu usulannya adalah menambah alokasi kursi DPR RI yang sangat memungkinkan karena jumlah pemilih di Bogor mencapai 3,4 juta lebih dan akan terus bertambah. Meskipun nantinya bisa dibagi 2 dapil untuk DPR RI dengan jumlah alokasi kursi bisa mencapai 11 dari saat ini hanya 9 kursi.
“Ini masukan sangat berharga agar kualitas demokrasi di Bogor semakin membaik khususnya dalam menjangkau konstituen yang terbesar di Indonesia untuk tingkat kabupaten,” tandas Herry.