Kader NU Sebut HRS Berperangai Buruk, Rusak Citra Habib

  • Whatsapp

BOGOR DAILY – Gelombang kritik kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS), seolah tak berujung.

Kali ini kritik itu dilayangkan oleh kader NU, Akhmad Sahal melalui channel YouTube CokroTV, pada Minggu (29/11/20),dengan judul ‘RIZIEQ PERUSAK CITRA HABIB I.

Read More

Menurutnya, sebagai seorang bergelar habib (keturunan Rasulullah), HRS merusak citra Kehabiban. Alih-laih menampilkan sosok habib yang harusnya memiliki karakter dan keteladanan luhur, HRS justru terlihat berangasan.

“Habib yang brangasan seperti Rizieq Shihab justru ibarat nila setitik yang merusak Habib sebelanga, dan sikap berangasan Rizieq semacam itu harus dikecam dan ditentang,” tutur Akhmad.

Sahal juga menyayangkan sikap orang-orang yang terlanjur mengkultuskan gelar habib yang disandang HRS. Dan memilih tidak peduli dengan perangai buruk yang sang habib cerminkan.

“Bahkan dosa, karena dia adalah seorang Habib, keturunan Nabi. Tidak peduli apakah Rizieq sendiri perangainya buruk, penebar kebencian, memprovokasi, mengumbar makian kasar, dan jorok, memecah belah. Hobi menghujat pemerintah, menistakan agama lain, bahkan terakhir kemarin menebar ancaman pemenggalan kepala,” tuturnya.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa banyak orang yang tidak berani mengkritik HRS dengan alasan hormat kepada dzurriyyah Nabi Muhammad Saw.

Menurutnya, pandangan seperti itu adalah pandangan yang salah kaprah dan keblinger.

“Pandangan semacam ini menurut saya adalah sikap yang salah kaparah dan keblinger dalam memahami apa arti menghormati Habaib atau Habib,” ujarnya.

Tidak cukup sampai di situ, ia lantas menegaskan bahwa keturunan Nabi tidak ma’sum. Artinya, tidak lepas dari kesalahan. Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak mengkultuskannya secara membabi buta.

“Namun kita mesti waspada juga, janganlah pemuliaan dan penghormatan terhadap keturunan nabi membutakan kita dari prinsip islam, yaitu bahwa keturunan Nabi tidak ma’sum dan islam itu egaliter, dua prinsi ini jangn diabaikan,” tegasnya.

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *