BOGOR DAILY – Aliansi Singa Betina mengajak Bangsa Indonesia untuk kembali mempererat hubungan kebangsaan yang baik yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 19945.Melihat banyaknya kegaduhan yang terjadi berdasarkan kepentingan kelompok maupun perseorangan.
Demikian dikemukakan Aliansi Singa Betina saat konferensi pers di Markas Gema Gong Pancasila, Jakarta Pusat, Senin (01/12/2020) dengan tema Indonesia dalam Keadaan Darurat.
Menurut Shinta Aryana, banyaknya kegaduhan yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh kepentingan kelompok dan perorangan yang selalu membawa-bawa nama agama dan kelompoknya.
“Saya melihat banyaknya kegaduhan- kegaduhan yang terjadi yang di dasari oleh banyaknya kepentingan, sehingga baik kelompok ataupun perorangan, sehingga Indonesia mengalami status darurat sistem yang merusak tatanan beragama dan bermasyarakat,” ungkapnya
Ia menyampaikan bahwa hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja karena. Ia menegaskan pihaknya akan terus menjaga tatanan kenegaraan yang sah dan perdamaian sesuai dengan yang termaktub dalam UUD 1995
Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa musuh sebenarnya bukanlah saudara satu bangsa Indonesia, namun musuh bangsa Indonesia adalah bangsa Asing yang ingin menguasai SDM dengan cara-cara mereka.
“Musuh kita itu Asing yang mau menguasai Sumber Daya Alam dengan berbagai cara. Musuh kita adalah manusia-manusia yang tidak mengakui adanya Tuhan yang Maha Esa, musuh kita adalah kemiskinan, pembodohan, bukan saudara sebangsa sendiri,” ungkapnya.
Sebagai organisasi yang peduli terhadap tatanan negara Indonesia, Shinta dan anggotanya mengecam keras terhadap bentuk perusakan apapun kepada negara Indonesia.
“Apapun bentuknya, jika ingin merusak tatanan kita, terutama tatanan beragama dan bernegara, maka saya dan kawan-kawan tidak akan tinggal diam!,” kecam Shinta.
Ia pun mengajak kepada pihak-pihak terkait untuk segera menindaklanjuti siapapun yang ingin menghancurkan negera Indonesia
“Kami minta Bareskrim untuk bertindak tegas kepada siapapun yang membuat kegaduhan dan pemberitaan yang sengaja memprovokasi di media sosial. Kami juga minta kepada Kemendagri, Menkumham, dan Polri agar menertibkan organisasi yang tidak memilih izin,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali kepada Pancasila dan menghentikan kegaduhan yang dilakukan oleh kelompok untuk kepentingan mereka.
“Mari saudara-saudaraku, kita kembali pada Pancasila dan junjung kembali nilai persatuan kebangsaan, hentikan kegaduhan. Kita harus malu kepada para pejuang yang telah berdarah-darah memperjuangkan bangsa ini,” pungkasnya.(*/Egi)
