Keren, Kelurahan Babakan Punya BASIPA

  • Whatsapp
Lurah dan Seklur Babakan saat menanam Kangkung

BOGOR DAILY – Pertanian perkotaan atau urban farming kini sedang tren di tengah masyarakat, terlebih lagi di tengah pandemi COVID-19.

Berbagai inovasi digagas untuk memenuhi kebutuhan pangan, dengan bertani atau berkebun yang memanfaatkan lahan terbatas di sekitar perumahan penduduk.

Read More

Seperti yang dilakukan Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah yang telah meluncurkan program BASIPA (Babakan Siaga Pangan).

Melalui BASIPA warga Babakan Kecamatan Bogor Tengah, kini memperkenalkan kembali arti berkebun.

Lahan yang tadinya kurang terawat kini mulai disulap, ditanami dengan tanaman produktif seperti sayur -mayur dan tanaman obat.

Panen sayur mayur perdana di Kebun KWT Kenanga Babakan

Sejak di Launching program BASIPA (Babakan Siaga Pangan) oleh Lurah Babakan Mohammad Arifin, Oktober lalu kaum ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga RW 01 bersama kaum bapak warga setempat setiap hari besemangat menggarap kebun.

Lurah Babakan Mohammad Arifin mengatakan, pihaknya sengaja meluncurkan BASIPA di tengah pandemi COVID-19.

“Kita bukan karena ikut-ikutan kelurahan lain yang berlomba-lomba membangun Kebun KWT (Kelompok Wanita Tani) tapi urban farming adalah salah satu program dari Kelurahan Babakan,” kata Arifin.

Dia menuturkan, kebun pangan itu digarap dilahan milik Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor Iceu Pujiati.

“Ibu Iceu yang bertempat tinggal di RW 01 Kelurahan Babakan ini meminjamkan lahannya untuk dijadikan Kebun Pangan yang dikelola oleh KWT Kenanga RW 01 Kelurahan Babakan,” Arifin yang akrab disapa Broai.

Broai menambahkan, terdapat 20 jenis Toga (Tanaman Obat Keluarga) dan 800 jenis tanaman lainnya bantuan dari Dinas Pertanian Kota Bogor sudah di tanam dilahan seluas 400 meter2.

“Masih banyak jenis tanaman lainnya yang akan ditanam untuk menghijaukan kebun yang dikelola oleh Ibu-Ibu KWT Kenanga, “imbuhnya.

Salah satu pengelola BASIPA Ahmad Jali mengatakan, program BASIPA sudah berjalan dua bulan, di arena kebun KWT itu selain ditanami sayur mayur dan tanaman obat keluarga juga sudah asa tanaman buah dalam pot (tabulapot).

Selain itu juga sudah ada fasilitas pertanian dengan sstem hidroponik, dan fasilitas pemeliharaan lebah perkotaan trigona.

Mengenai pemeliharaan lebah Trigona, Ahmad Jali mengatakan, tugas pengelola BASIPA kini bertambah, karena harus menyediakan sumber makanannya berupa tanaman yang mengandung NPR (Nektar, Pollen dan Resin) antara lain tanaman bunga matahari dan jagung sebagai sumber nektar, kembang air mata pengantin sebagai sumber pollen, kaliandra atau pohon sukun sebagai sumber resin.

Dia menambahkan, pada akhir Desember, BASIPA akan mendapatkan bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor yakni budidaya ikan dalam ember.

“Kami berharap, kedepannya kebun KWT juga bisa dilengkapi dengan fasilitas kebun bibit dan greenhouse dan juga ada budidaya magot,“imbuhnya. (*/bdn)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *