BOGOR DAILY – Namanya Satria (tidak pakai Baja Hitam), umurnya sebentar lagi 17 tahun. Setiap pagi, dia belajar di Pesantren dekat rumahnya, di daerah Sindang Barang Jero. Orang orang menyebutnya SBJ , supaya mudah.
Tidak seperti teman teman sebayanya, dia tak bisa pergi bermain setelah pelajaran berakhir. Pulang ke rumah sebentar , lalu makan siang. Tak berlama lama langsung dia pergi berjalan kaki ke tempat penyewaan kostum milik AM, mengambil baju badut. Dia kebagian kostum Teletubbies warna merah. Harga sewanya Rp.20 rb satu hari penuh.
Ada banyak baju badut di sana. Tiap penyewa sudah ada jatahnya, tidak boleh ganti ganti. Karena sewanya murah, perawatannya juga seadanya. Baru dicuci setelah berhari hari dipakai. Itu alasan penyewa tidak boleh berganti ganti kostum.
Hari ini kebetulan cuacanya mendung, tapi tetap saja dia kegerahan berjam jam terkurung di balik kostum Teletubbies. Sesekali dia duduk dan membuka tutup kepala saat lampu merah berganti hijau dan mobil mobil melaju.
Bila seruan sholat asar bergema, dia berhenti dulu membadut. Ada mushola kecil di sebelah resto cepat saji Mc Donald. Ke sana dia melangkah, menunaikan ibadah 5 waktunya.
” Setelah Asar, nanti dilanjut lagi sampai sebelum Maghrib. Itu namanya 2 x turun om,” katanya.
” Kalau hari Minggu, saya bisa 3 x turun, karena mulainya dari pagi,” lanjut Satria.
Nanti sore sebelum gelap, Satria kembali lagi ke rumah pak AM, mengembalikan kostum sekalian membayar sewanya. Bos kostum ini ternyata baik hati juga. Bila cuaca hujan, Satria boleh membayar sekedarnya saja, bahkan kadang kadang tidak perlu membayar.