Bukan Raffi Ahmad atau Atta Halilintar. Ini YouTuber Terkaya 2020

  • Whatsapp

BOGOR DAILY – Siapa Youtuber terkaya selama tahun 2020? Bukan Raffi Ahmad ataupun Atta Halilintar.

Ya, tahun 2020 yang baru saja berakhir, bisa dibilang merupakan salah satu tahun terberat. Banyak orang mengalami kesulitan ekonomi di tahun ini gara-gara pandemi Covid-19.

Meski begitu, ada juga kelompok yang tetap mendulang harta di tahun 2020, salah satunya adalah YouTuber.

Forbes telah membuat daftar Youtuber dengan bayaran paling tinggi selama tahun 2020. Bukan Youtuber seperti Atta Halilintar atau Ria Ricis yang memiliki subscribers terbanyak di Indonesia, melainkan bocah berusia 9 tahun bernama Ryan Kaji.

Baca Juga  Bayar PBB bisa Pakai Aplikasi GoPay

Bocah ini diprediksi mendapatkan penghasilan sekitar Rp491 miliar selama tahun 2020. Ryan sendiri memiliki lebih dari 27 juta followers yang awalnya memperlihatkan videonya me-review mainan. Salah satu videonya bahkan ditonton hingga 2 miliar kali!

Tapi, kini kanal Youtubenya juga memasukkan video-video bernuansa pendidikan. Selain sebagai Youtuber dengan pendapatan tertinggi di tahun 2020, Ryan juga mendapatkan gelar serupa di tahun 2019.

Dia bahkan memiliki seri sendiri di Nickoledeon berjudul “Ryan’s Mystery Playdate”.

Di posisi kedua Youtuber dengan penghasilan tertinggi adalah Mr. Beast (Rp341 miliar), lalu Dude Perfect di tempat ketiga (Rp326 miliar)

Baca Juga  Lihat Nih Copet Ketangkap Basah Dikalungi Tulisan 'Saya Copet: Siap Ditembak Mati Kalau Mencopet Lagi

Posisi empat. Rhett & Link (Rp284 miliar)
Posisi lima. Markiplier (Rp277 miliar)
Posisi enam. Preston Arsement (Rp270 miliar)
Posisi tujuh. Nastya (Rp262 miliar)
Posisi delapan, Blippi (Rp241 miliar)
Posisi sembilan, David Dobrik (Rp220 miliar)
Posisi sepuluh, Jefree Star (Rp213 miliar).

Forbes memulai pengambilan data dari tanggal 1 Juni 2019 hingga 1 Juni 2020. Prediksi penghasilan ini tidak menghitung pajak, pengeluaran untuk agen, manajer, atau pengacara.

Prediksi penghasilan para Youtuber di tahun 2020 ini menggunakan data dari Captiv8, SocialBlade, Pollstar, serta wawancara dengan orang-orang yang terlibat dalam industri tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *