Ketua DPRD Kabupaten Bogor Minta Pemkab Gandeng IDI

  • Whatsapp

BOGORDAILY – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto meminta Pemerintah Kabupaten Bogor untuk bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam percepatan penanggulangan Virus Corona di Kabupaten Bogor yang semakin hari semakin meningkat.

Ia menyampaikan ruang isolasi untuk pasien covid-19 di Kabupaten Bogor yang semakin hari semakin sedikit membuat Pemkab Bogor harus ekstra keras memikirkannya, khususnya rakyat yang terpapar virus Corona yang tidak kebagian ruang Isolasi di Rumah sakit.

“Dalam rapat gabungan, kita menyampaikan bahwa Pemkab Bogor masih punya potensi yang tidak tergarap dengan baik, salah satunya kita punya 111 puskesmas dan yang paling penting lagi, untuk percepatan penanganan covid-19 pertama, kita meminta agar seluruh ruang UGD dan ICU untuk Covid-19 ditambah,” tegas Ketua DPRD Kab. Bogor.

Berbicara ruang okupansi, ia meneruskan, di Kabupaten Bogor khususnya di RSUD Cibinong sebagai Rumah Sakit Umum Rujukan Regional Provinsi Jawa Barat, sudah cukup tinggi okupansinya.

“Memang harus ada sebuah solusi dan terobosan yaitu bekerjasama dengan IDI menerapkan standarisasi pasien Covid-19 yang masih harus dirawat di rumah sakit itu yang seperti apa,” jelasnya.

Sebagai orang yang pernah positif Covid-19, Rudy menyampaikan seharusnya pasien yang nilai cycle threshold (CT) nya sudah tinggi dianggap normal dan mereka sebaiknya diisolasi mandiri di rumah.

“Contohnya berdasarkan besaran CT pasien masing-masing. Nah, pasien positif ini dianggap normal saat CT di atas 40. Apabila CT nya masih di bawah 40 berarti masih terkonfirmasi positif covid. Nah jika CT nya sudah 30 35 pasien sehat. Tapi virus dalam tubuh masih ada. Makanya harus ada standarisasi pasien yang benar-benar butuh isolasi di RS itu seperti apa,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia berharap adanya terobosan baru dari pemerintah kabupaten Bogor untuk benar-benar memikirkan rakyatnya yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang mana hari ini seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor berada di Zona merah.

“Dalam hal ini alangkah baiknya ada standarisasi. RSUD khususnya Ruang isolasi covid hanya untuk merawat pasien yang kondisinya sedang dan berat. Apabila ada pasien yang terkonfirmasi positif dan tanpa gejala kami harap isolasi mandiri dengan panduan, bagaimana melaksanakan isolasi yang baik dan benar sesuai protokol kesehatan. Kami harap ada kebijakan atau keputusan antara dokter dan IDI untuk membuat standarisasi tersebut,” tutup Rudy.***

Loading...
Writer: Egi Abdul Mugni
  • Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *