Unggulnya Perawatan Lansia di Bogor Senior Hospital

  • Whatsapp
Ns. Siti Indriani, S.Kep, Kepala Divisi Keperawatan RS Bogor Senior Hospital

BOGOR DAILY – Pandemi Covid 19 menjadi momok bagi kita semua. Menjaga kesehatan perlu dilakukan dengan treatment khusus, apalagi merawat pasien lansia.

Nah untuk itu, dalam artikel kali ini, kita akan membahas lengkap tentang perawatan prima dan unggul bagi lansia di RS Bogor Senior Hospital bersama Siti Indriani Kepala Divisi Keperawatan Bogor Senior Hospital.

Read More

Yuk simak petikan wawancaranya berikut ini :

1. Bagaimana sebenarnya perawatan terhadap lansia itu ???…
Jawaban :
√ Keperawatan pada Lansia yaitu proses pemberian asuhan keperawatan yang bertujuan untuk mempertahankan kesehatan lansia semaksimal mungkin dan memelihara kemandirian lansia sehingga lansia dapat terhindar dari penyakit/kecacatan. Keperawatan lansia sangat unik dan membutuhkan caring yang tinggi karena lansia bukan suatu penyakit namun proses normal yang pasti di alami setiap orang, dimana pada pasien lansia terjadi perubahan fungsi baik secara fisiologis, psikologis, sosial ekonomi, kultural dan spiritual.

2. Dimasa Pandemi Covid 19 seperti ini, apa yang dilakukan agar perawatan terhadap lansia tetap terjaga dari penularan Covid 19 ???…
Jawaban :
√ Di Indonesia, persentase harian jumlah penderita Covid-19 pada lansia dalam perawatan mencapai rerata 1,7% dari kasus yang ditemukan, meninggal 0,2%, dan sembuh 0,08%. Angka yang ditemukan ini tentu bukan merupakan angka final mengingat fenomena gunung es yang terjadi di masyarakat (Pradana & Casman, 2020). Dengan adanya fenomena gunung es ini, banyak lansia yang memiliki kondisi fisik dan mental yang tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan di masyarakat. Sebagai RS rujukan Covid dan mempunyai keunggulan dalam pelayanan kesehatan lansia, RS Bogor Senior Hospital mempunyai kesiapan yang baik dalam perawatan lansia dengan Covid-19.

Perawatan lansia agar tetap terjaga dari penularan Covid-19 dilakukan dari berbagai aspek oleh RS BSH dari pasien masuk sampai keluar, yaitu :

a. Alur pasien masuk diatur melalui screening pasien sebelum masuk ke gedung RS.
b. Screening kesehatan semua petugas yang akan dilakukan sebelum bekerja.
c. Pelayanan Green Zone (Pasien Non Infeksi), terpisah dengan pelayanan Red Zone (Pasien Infeksi), baik di IGD, Rawat Jalan, dan Rawat Inap.
d. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang memenuhi standart dan sekali pakai oleh petugas kesehatan.
e. Alur transportasi / pemindahan pasien yang terpisah antara green dan red zone.
f. Pembersihan general secara berkala area lingkungan, pengelolaan alat kesehatan kamar pasien, kebersihan linen, ruang tunggu, nurse station, ruang tindakan, public area, dsb, dengan desinfektan yang terstandart.
g. Rekayasa ventilasi yang dibuat oleh RS BSH sangat membantu mengurangi paparan penularan udara di RS BSH baik untuk pasien maupun semua staf di RS BSH, seperti semua kamar perawatan dan area office mempunyai jendela yang bisa dibuka tetapi tetap aman dengan memperhatikan keselamatan pasien, ruang negative pressure room yang dilengkapi dengan Anteroom dan sistem HEPA (High Efficiency Particulate Air), ruang tindakan seperti endoskopi dan kamar bedah yang juga dilengkapi sistem HEPA.
h. Area berjemur dan jalan santai di ruang terbuka untuk para pasien terutama lansia yang sangat memerlukan asupan Vit D yang di dapat dari sinar matahari.
i. Ruang perawatan rawat inap dengan konsep open air, dimana semua ruang perawatan dan nurse station mendapatkan ventilasi langsung dari udara terbuka.
j. RS BSH berada di kota Bogor yang terkenal dengan kota hujan, sehingga mendapatkan keuntungan dari udara segar yang alami dan sehat, dan pemandangan hijau gunung Salak.
k. Edukasi cara penularan dan penggunaan APD serta hand hygiene kepada pasien dan keluarga.
l. Telemedicine konsultasi, yaitu pelayanan konsultasi melalui media virtual bagi pasien lansia yang membutuhkan konsultasi rawat jalan.

3. Metode khusus apa yang anda terapkan kepada tenaga medis perawat-perawat lain di Bogor Senior Hospital ???….
Jawaban :
√ Metode konsep asuhan keperawatan lansia didasari oleh High Caring bukan High Technologi, dimana kebutuhan lansia dengan berbagai kondisi perubahan yang disebutkan diatas tentunya memerlukan sikap Caring yang tinggi disamping juga perawat yang handal dalam memberikan asuhan keperawatan. Pasien lansia membutuhkan perhatian yang tinggi dan komunikasi terapeutik untuk pasien dan keluarga. Karena support yang utama harus didapatkan lansia dari keluarga. Keperawatan lansia harus bisa menjembatani antara ekspektasi pelayanan medis dan harapan keluarga, memandirikan lansia semaksimal yang bisa lansia lakukan dengan konsisinya saat ini.
Continuity of Care dilakukan sejak pasien masuk RS sampai dengan pasien pulang ke rumah. Pada kasus sulit, penyembuhan lama, RS BSH memfasilitasi family meeting / case meeting yang dihadiri oleh berbagai disiplin ilmu dalam perawatan pasien, seperti; dokter penanggung jawab, dokter konsulen, perawat, ahli gizi, farmako terapi, dan rehabilitasi medik. Pengkajian kebutuhan pulang juga dilakukan, dimana keluarga akan dibantu dalam hal kesiapan pulang seperti; adakah kebutuhan caregiver, alat bantu, dan peralatan medis jika diperlukan, Saat pasien sudah berada di rumah, pasien juga dilakukan follow up call setelah beberpa hari perawatan dirumah, RS BSH juga menyediakan layanan Home Visit untuk lansia yang memerlukan pelayanan baik keperawatan dan medis di rumah dan telemedicine konsultasi untuk pelayanan konsultasi memalui media virtual.

4. Bagaimana menurut Anda mengenai fasilitas penunjang dalam melakukan perawatan prima terhadap lansia di Bogor Senior Hospital, sudah cukup atau tidak ???…
Jawaban :
√ Menurut saya fasilitas penunjang di RS BSH sudah sangat baik. Dimana RS BSH mempunyai keunggulan fasilitas penunjang yang belum ada di RS kota Bogor. RS BSH adalah RS pertama di Kota Bogor yang mempunyai Bone Mineral Densitometry (BMD) yaitu pemeriksaan yang menggunakan alat khusus untuk pemeriksaan mendeteksi osteoporosis atau penurunan densitas tulang, Hydropool therapy yaitu fisiotherapi khusus yang dilakukan didalam kolam air hangat. Selain itu RS BSH juga mempunyai unit rehabilitasi medis, CT Scan, Unit Hemodialisa, Kamar Bedah dan Endoskopi.

5. Langkah khusus apa yang dilakukan agar tenaga medis seperti perawat di Bogor Senior Hospital tetap terjaga dari penularan Covid 19 ???…
Jawaban :
√ Yang terutama adalah rekayasa ventilasi dan struktur bangunan RS BSH yang memiliki konsep open air yang sangat membantu minimalnya paparan infeksi pada tenaga kesehatan terutama perawat yang beresiko paling tinggi karena jumlahnya mendominasi dibandingkan tenaga kesehatan lainnya, berada paling dekat dan paling lama karena 24 jam berada dengan pasien. Namun sebagaimana sudah menjadi sumpah profesi kami, bahwa tetap melayani dengan kasih, namun tetap menjaga kesehatan. Upaya yang dilakukan dari divisi keperawatan diantaranya :

a. Membuat SPO terkait manajemen sumber daya keperawatan, baik dari sisi jumlah, pengaturan lama jam kerja pada setiap shift di ruangan yang merawat Covid-19.
b. Adanya SPO penggunaan APD, menyediakan APD dalam jumlah yang cukup, APD sekali pakai dan memenuhi standart.
c. Melakukan screening sebelum bekerja, pemeriksaan lanjutan bagi tenaga kesehatan yang memiliki gejala.
d. Menyediakan pemisahan alur Green dan Red zone yang jelas, dan dipahami oleh semua perawat.
e. Memfasilitasi ruang pakai dan lepas APD, ruang mandi perawat setelah bertugas, dormitory / penginapan untuk perawat yang ingin beristirahat.
f. Pemberian vitamin dan makanan bergizi tambahan untuk meningkatkan imunitas perawat.
g. Edukasi berkala terkait penerapan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru (AKB)

6. Sebutkan 3 kata saja mengenai unggulnya perawatan terhadap lansia di Bogor Senior Hospital ???…
Jawaban :
a. Caring
b. Communicative
c. Super team.

=============================

• Biodata Lengkap •

√ Nama Lengkap : Ns. Siti Indriani, S.Kep

√ Alamat : Jl. Cemara I Rt.001 Rw.010 Kel. Bati Jaya Depok Timur 16418.

√ TTL : Jakarta, 29 November 1975.

√ Hobby : Traveling.

√ Quote : You write your own story.

Referensi :
Pradana, A. A., & Casman, C. J. J. K. K. I. J. (2020). Pengaruh Kebijakan Social Distancing pada Wabah COVID-19 terhadap Kelompok Rentan di Indonesia. 9(2), 61-67.

(Red-BDN).

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *