Masyarakat Masih Bertanya-Tanya Larangan Mudik, Puan Meminta Pemerintah Konsisten

  • Whatsapp
larangan Mudik
Puan Maharani Meminta Pemerintah Konsisten (fajar.co.id/Bogordaily.net)

Bogordaily.net- Ketua DPR RI Puan Maharini mengungkapkan bahwa masyarakat masih bertanya – tanya tentang larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah namun tempat wisata tetap buka.

Larangan untuk mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah merupakan suatu bentuk cara untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang ada di indonesia. Namun dengan adanya larangan tersebut, masyarakat bertanya mengapa tempat wisata masih tetap buka.

Puan meminta kepada pemerintah agar lebih konsisten mengeluarkan suatu kebijakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Ia meminta agar pemerintah bisa lebih mematangkan kebijakan yang akan dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di bulan ramadhan nanti.

Baca Juga  Hari Pahlawan, Elly Yasin Ajak Generasi Muda Berinovasi

“Tidak boleh ada kebijakan yang membingungkan masyarakat. Siapkan mekanismenya, agar pengawasan di lapangan konsisten” ujar Puan dikutip dari cnnindonesiacom.

Dalam kondisi seperti sekarang ini memang sangat sulit mengatasi penyebaran COVID-19 sekaligus menjaga geliat perekonomian. Pelarangan mudik bisa mencegah penyebaran COVID-19, tapi mengurangi putaran perekonomian dari pusat ke daerah.

Puan menambahkan, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak boleh mengecewakan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat yang sudah berkorban tidak mudik, sudah mengikuti aturan, justru kecewa karena orang lain melanggar tapi tidak ditindak karena belum ada payung hukumnya,” ucap Puan.

Baca Juga  Ini Susunan Alat Kelengkapan Dewan DPR RI

Pemerintah pun sudah beberapa kali memberikan himbauan atau larangan untuk bepergian saat libur panjang. Namun faktanya, tetap ada peningkatan mobilitas warga pada beberapa hari libur panjang yang lalu.

Hal lain yang perlu dilakukan, kata Puan, adalah sosialisasi yang masif dan efektif supaya masyarakat mau bersama-sama berkorban menunda mudik demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Mari kita mawas diri, bersabar menahan kerinduan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, demi kebaikan kita bersama,” kata Puan. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *