Empat Arahan BMKG Tingkatkan Ketangguhan Hadapi Bencana

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Headline · 30 Jul 2021 09:33 WIB

4 Arahan BMKG Tingkatkan Ketangguhan Hadapi Bencana


 Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Rakorbangnas BMKG Tahun 2021, secara virtual, Kamis 29 Juli 2021. (Tangkapan Layar YouTube BMKG)/Bogordaily.net) Perbesar

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Rakorbangnas BMKG Tahun 2021, secara virtual, Kamis 29 Juli 2021. (Tangkapan Layar YouTube BMKG)/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan 4 arahan untuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam meningkatkan ketangguhan hadapi bencana.

Hal itu diungkapkan saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional (Rakorbangnas) BMKG Tahun 2021, secara virtual, dari Istana Merdeka, DKI Jakarta Kamis 29 Juli 2021.

Menurut Jokowi, Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko bencana geo-hidrometeorologi yang tinggi. Frekuensi, durasi, dan intensitas kejadian bencana tersebut meningkat signifikan dari tahun ke tahun.

Bahkan dalam waktu bersamaan dapat terjadi multi bencana. Untuk itu, Indonesia harus meningkatkan ketangguhan hadapi bencana.

“Dengan tantangan yang semakin meningkat, maka kita harus meningkatkan ketangguhan kita dalam menghadapi bencana, menguatkan manajemen penanganan bencana, dan meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi dan memitigasi bencana untuk mengurangi risiko korban jiwa, kerusakan, dan kerugian harta benda,” ujar Presiden.

Presiden mencontohkan, kejadian bencana gempa bumi pada kurun waktu tahun 2008-2016, rata-rata 5.000-6.000 kali dalam satu tahun.

Pada tahun 2017 meningkat menjadi 7.169 kali dan tahun 2019 jumlahnya meningkat signifikan, menjadi lebih dari 11.500 kali.

“Cuaca ekstrem dan siklon tropis juga meningkat frekuensinya, durasi, dan intensitasnya. Periode ulang terjadinya El Nino atau La Nina pada periode 1981-2020, cenderung semakin cepat, dua sampai dengan tiga tahunan, dibandingkan periode 1950-1980, yang berkisar lima sampai dengan tujuh tahunan,” imbuhnya.

Untuk meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi bencana tersebut, dalam Rakorbangnas Presiden Joko Widodo menekankan empat hal.

Pertama, layanan BMKG harus disertai dengan inovasi-inovasi yang mengikuti perkembangan teknologi terbaru.

“Tingkatkan adaptasi teknologi untuk observasi, analisis, prediksi, dan peringatan dini secara lebih cepat dan akurat agar kita lebih mampu meminimalkan risiko yang harus kita hadapi,” ujarnya.

Kedua, peringatan BMKG harus digunakan sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan pemerintah di berbagai sektor.

Informasi dari BMKG, seperti kekeringan, cuaca ekstrem, gempa, dan kualitas udara, harus menjadi perhatian dan acuan bagi berbagai sektor, dalam merancang kebijakan dan pembangunan.

Kebijakan nasional dan daerah juga harus betul-betul sensitif dan antisipatif, terhadap kerawanan bencana.

Untuk itu, Presiden meminta agar sinergi dan kolaborasi antara BMKG dengan kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah harus terus diperkuat.

“BMKG harus mampu memberikan layanan informasi yang akurat, yang dapat diperoleh dengan cepat dan mudah. Sehingga informasi dan data dari BMKG tersebut bisa digunakan oleh kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah dalam merancang kebijakan dan merencanakan pembangunan,” tegasnya.

Ketiga, pentingnya peningkatan kapasitas manajemen penanggulangan dan adaptasi bencana, terutama di tingkat daerah dari tingkat kelurahan, desa, hingga provinsi secara terus menerus.

“Harus ada desain manajemen yang jelas yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat, sejak fase prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Manajemen ini juga perlu disimulasi dan dilatih sehingga ketika terjadi bencana kita sudah sangat siap, langsung bekerja dengan cepat,” ujarnya.

Terakhir, perlu adanya edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat, terutama masyarakat di wilayah rawan bencana.

“Kesiagaan dan ketangguhan masyarakat atas ancaman bencana perlu terus ditingkatkan. Budaya kesiagaan harus melembaga dalam keseharian masyarakat, manfaatkan juga kearifan lokal yang sudah ada dalam masyarakat untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana,” kata Presiden.

Ditambahkan Presiden, masyarakat juga perlu diedukasi untuk mencari dan memanfaatkan informasi yang benar yang disediakan oleh sumber-sumber resmi, sehingga tidak mudah terjebak pada kabar dan berita-berita bohong.

“Saya minta BMKG bukan hanya menyampaikan informasi cuaca, iklim, gempa, dan tsunami yang lebih cepat dan dengan jangkauan yang lebih luas pada masyarakat, tetapi bersinergi bersama BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mengedukasi masyarakat bagaimana bersiap menghadapi bencana,” tandasnya.

Acara Rakorbangnas ini dilaksanakan bertempat dengan Peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (HMKG) ke-74.

Mengusung tema “Info BMKG Kawal Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”. Melalui tema tersebut, BMKG berharap dapat terus berinovasi dengan lompatan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan memaksimalkan Info BMKG.

Kegiatan ini dihadiri secara virtual oleh 2.000 peserta. Turut hadir antara lain pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Indonesia Maju, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati serta gubernur, bupati, dan wali kota dari seluruh Tanah Air.***

 
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

BMKG Sebut Ada Dua Zona Berbahaya di Cianjur yang Tak Layak Dihuni

3 Desember 2022 - 10:30 WIB

BMKG Cianjur

Tok! Komisi I DPR Setujui Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI  

2 Desember 2022 - 22:42 WIB

Komisi I DPR Menyetujui Pemberhentian dengan Hormat Jenderal Andika Perkasa

2 Desember 2022 - 19:08 WIB

Jenderal Andika Perkasa

Pengendara Nakal, Tilang Manual Kembali Dilakukan Polisi

2 Desember 2022 - 18:38 WIB

tilang manual kembali

Resmikan PLUT KUMKM Biak Numfor, KemenKopUKM Ciptakan Wirausaha Unggul di Papua

2 Desember 2022 - 16:23 WIB

Biak Numfor

Kabar Duka, Eks Menteri Agraria Ferry Mursyidan Baldan Meninggal Dunia

2 Desember 2022 - 15:17 WIB

Ferry Mursyidan Baldan Meninggal
Trending di Nasional