Bogordaily.net Banyak orang yang beranggapan bahwa orang yang cerdas memiliki skor IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi, pintar dalam bidang ilmu pengetahuan atau pintar dalam matematika.
Akan tetapi hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena kecerdasan seseorang bisa juga dilihat dari berbagai sisi.
Sayangnya, masih banyak orang yang belum menyadari bahwa dirinya adalah orang yang cerdas.
Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa penjelasan mengenai tanda-tanda orang cerdas yang dikutip dari berbagai sumber.
Biasanya tanda orang yang cerdas yakni selalu ingin banyak tahu atau disebut orang yang kepo.
Dikutip dari Insider, Albert Einstein, seorang ilmuwan terkenal pernah berkata bahwa dia tidak memiliki bakat khusus, dia hanya ingin tahu.
Kemudian ada sebuah penelitian pada 2016 di Journal of Individual Differences, menunjukkan bahwa ada hubungan antara kecerdasan masa kanak-kanak dan keterbukaan terhadap pengalaman yang mencakup keinginan intelektual di masa dewasa.
Jadi, orang yang cerdas akan menggunakan rasa keingintahuannya dengan selalu bertanya mengenai hal apapun dan senang mempelajari hal-hal yang baru.
Orang-orang sukses seperti Bill Gates dan Oprah selalu membiasakan diri dengan membaca apapun yang bisa mereka baca.
Memang, dengan membaca, kita akan selalu mendapatkan informasi atau pengetahuan yang sebelumnya tidak kita ketahui. Jadi, membaca adalah salah satu ciri orang cerdas.
Tanda orang cerdas yang selanjutnya yakni fleksibel, mudah beradaptasi dan mampu berkembang dalam pengaturan yang berbeda.
Dikutip dari Inc, Donna F. Hammet, seorang penulis, mengatakan bahwa orang-orang yang cerdas dapat bergaul dengan menunjukkan apa yang dapat dilakukan tanpa peduli seberapa kerumitannya atau batasan yang dihadapi pada mereka.
Kecerdasan juga bergantung bagaimana kemampuan seseorang mengubah perilakunya sendiri untuk mengatasi lingkungan secara efektif.
Tanda-tanda orang yang cerdas adalah memiliki pemikiran terbuka atau biasa disebut dengan istilah open minded.
Hammet menulis jika orang yang cerdas bersedia untuk menerima dan mempertimbangkan pandangan lain dengan cara berpikir yang luas.
Memiliki hewan peliharaan pastinya akan memberikan dampak positif pada kesehatan mental si pemilik.
Di antaranya yakni tidak merasa kesepian, mudah mengontrol emosi dan stres, dan sedikit mengalami gejala depresi.
Dikutip dari Healthline, berbicara dengan hewan peliharaan ketika kesal, sama halnya dengan berbicara pada diri sendiri.
Melampiaskan frustrasimu kepada hewan peliharaan yang selalu mendengarkan, dapat membantu dalam memproses rasa sakit dan kesulitan.
Ketika seseorang dapat mengontrol emosi dengan baik, maka hal tersebut menjadi salah satu kecerdasan secara emosional.***