Pasokan Oksigen Kritis, Bima Arya Minta Pemerintah Bergerak Lebih Cepat

Menu

Mode Gelap
Presiden Jokowi Sapa Peserta Vaksinasi Merdeka di IPB Akibat Pohon Tumbang di Depok, Jalur KRL Bogor Masih Diperbaiki Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini!

Headline ยท 17 Jul 2021 09:28 WIB

Pasokan Oksigen Kritis, Bima Arya Minta Pemerintah Pusat Bergerak Lebih Cepat


 Wali Kota Bogor meminta Pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat dalam mengatasi kelangkaan oksigen karena ketersediaan oksigen di RS di Kota Bogor semakin kritis. Pasokan dari stasiun pengisian juga menipis.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Wali Kota Bogor meminta Pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat dalam mengatasi kelangkaan oksigen karena ketersediaan oksigen di RS di Kota Bogor semakin kritis. Pasokan dari stasiun pengisian juga menipis.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Bima Arya meminta Pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat untuk mengatasi kelangkaan oksigen.

Ini dikarenakan ketersediaan oksigen di rumah sakit di Kota Bogor semakin kritis. Pasokan dari stasiun pengisian juga menipis.

Hal tersebut diungkapkan Bima Arya saat meninjau tiga titik stasiun pengisian (filling stasiun) oksigen, Jumat 16 Juli 2021.

Titik yang dikunjungi PT Sadara Baswana Gas Citeureup, PT Rezki Gasindo Jaya, Gunung Putri dan PT Aneka Gas Industri (samator) Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Jumlah Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 310 Kasus

“Tiga titik ini yang memasok oksigen ke semua RS di Kota Bogor. Kondisinya memang masih kritis, masih darurat. Semua mengeluhkan pasokan di pabrikan yang tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Bima menambahkan, saat ini jalur distribusi ke RS terhenti. Jadi masuk sedikit-sedikit dan dipaksa dibagi ke rumah sakit yang betul-betul membutuhkan.

Oksigen

Kemudian Bima juga menyebut, kondisi seperti ini membuat Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sejumlah RS di Kota Bogor tidak bisa melayani pasien

Baca Juga  Kota Bogor jadi Pilot Project Percontohan Urban Farming

“Oksigennya sudah habis. Sementara filling station ini juga tergantung pasokannya dari pabrikan. Yang di sana (pabrikan) juga kapasitas produksinya terbatas. Jadi, situasinya memang sangat darurat, semya menyiasati dengan cara membagikan dulu bagi RS yang membutuhkan,” terangnya.

Untuk itu, Bima Arya mendesak kepada Pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat mengatasi kelangkaan ini karena dampaknya banyak.

Berdampak pada angka kematian warga isoman yang melonjak, berdampak pada keterisian tempat tidur.

“Tempat tidur di RS pun tidak bisa digunakan karena oksigen nya juga tidak ada. Jadi, rasanya semua harus bergerak cepat,” tegasnya.

Baca Juga  Selama PPKM, Satpol PP Kota Bogor Segel 9 Cafe dan Resto

Kota Bogor, lanjut Bima, saat ini sudah membeli 150 tabung oksigen yang akan diprioritaskan untuk kebutuhan RS.

Selain itu, disiapkan juga skema agar pasokan oksigen dapat terpenuhi dari beberapa sumber lainnya.

“Seperti bantuan Krakatau Steel sebanyak 200 tabung per-hari melalui Gerakan Anak Negeri dan Relawan Siaga, bantuan Posko Oksigen Provinsi Jawa Barat dan CSR swasta,” pungkasnya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Konsisten, Positivity Rate Selalu di Bawah Dua Persen

22 September 2021 - 23:05 WIB

Konsisten

Tangkal Hoaks, AMSI Jabar Gelar Pelatihan Literasi Berita

22 September 2021 - 21:20 WIB

AMSI

Tayangkan ‘Kuda Poni’ Live Bugil Hingga Masturbasi, Mango Live Terancam Pemutusan Akses

22 September 2021 - 17:38 WIB

Kuda Poni

DLH Ngaku Dilema untuk Menaikkan Biaya Retribusi Sampah

22 September 2021 - 16:10 WIB

Singkirkan Ronaldo dan Messi, Lewandowski Raih Sepatu Emas

22 September 2021 - 15:41 WIB

Wow… Anak Madonna Pamer Bulu Ketiak di Met Gala 2021

22 September 2021 - 15:15 WIB

Trending di Headline