Yuk, Kenali Isoman Pasien Bergejala dan Tanpa Gejala

Menu

Mode Gelap
Info Terkini Gempa, BMKG: Terjadi di Kepulauan Talaud Sulut dan China Harga Emas Antam Hari Ini, Senin 30 Januari 2023 Jadwal Layanan SIM Keliling di Kota Bogor, Senin 30 Januari 2023 Prakiraan Cuaca Kota Bogor Hari Ini Senin, 30 Januari 2023 Info Terkini Gempa Menurut BMKG, Sabtu 28  Januari 2023

Headline · 19 Jul 2021 11:37 WIB

Yuk, Kenali Isoman Pasien Bergejala dan Tanpa Gejala


 Ilustrasi isolasi mandiri.( Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi isolasi mandiri.( Istimewa/Bogordaily.net)

IIMS

Bogordaily.net – Penanganan Covid-19 tidak sama setiap pasien. Dokter dan tim medis harus memeriksa tingkat gejala yang diderita.

Langkah pertama bagi orang yang terpapar Covid-19 adalah segera melakukan isolasi mandiri (Isoman).

Pelaksanaan isoman juga harus bisa memperhatikan tingkat gejala pasien. Tanpa gejala, gejala ringan, sedang atau beerat.

Setiap tingkat keparahan gejala memiliki cara perawatan yang berbeda, sama halnya dengan pelaksanaan isoman.

Kategorisasi isoman digunakan sebagai acuan lama waktu pelaksanaan.

Membeludaknya pasien positif Covid-19 yang tidak seimbang dengan sarana kesehatan yang disediakan.

Sarana kesehatan oleh pemerintah dioptimalkan untuk pasien dengan gejala sedang hingga berat.

Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa perawatan terhadap orang yang terinfeksi Covid-19 berbeda-beda berdasarkan tingkat keparahan gejala.

Pasien dengan gejala berat menurut kebijakan Kemenkes akan diisolasi dan dirawat di rumah sakit atau rumah sakit rujukan.

Isoman dan perawatan dilakukan selama 10 hari sejak gejala pertama dan 3 hari setelah gejala tidak nampak.

Setelah itu pasien akan dites Swab. Jika negatif, maka dinyatakan sembuh.

Rekomendasi untuk yang terdiagnosis Covid-19 tanpa gejala hingga bergejala ringan adalah isoman. Namun terdapat perbedaan antara keduanya.

Dilansir dari laman Unair, Djoko Santoso, Guru besar Fakultas Kedokteran Unair menerangkan bahwa kriteria bebas isolasi pada pasien Covid-19 dikelompokkan menjadi dua golongan. Pengelompokan ini sebagai acuan lama masa isolasi.

Pertama, orang tanpa gejala dapat menyelesaikan masa isolasinya setelah 10 hari.

Orang tanpa gejala dapat dikatakan bebas isolasi jika telah melakukan isolasi mandiri selama sepuluh hari,” jelas Djoko.

Untuk orang dengan gejala membutuhkan waktu lebih lama dalam melaksanakan isolasi mandiri,  yaitu dengan 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala pernapasan dan demam.

“Jika orang dengan gejala adalah sepuluh hari ditambah tiga hari bebas gejala,” ungkap dokter kelahiran Jombang itu.

Berdasarkan kebijakan Kemenkes, konfirmasi pernyataan sembuh Covid-19 atau bebas isoman diputuskan setelah dinyatakan memenuhi kriteria selesai isolasi oleh dokter penanggungjawab.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

MenKopUKM Dorong Asmindo Manfaatkan Fasilitas Bebas Bea Masuk Pasar Swiss hingga Seluruh Eropa

28 January 2023 - 09:41 WIB

MenKopUKM Dorong Asmindo Manfaatkan Fasilitas Bebas Bea Masuk Pasar Swiss hingga Seluruh Eropa

Pinjaman KUR Mandiri 2023: Syarat dan Proses Pencairan Pengajuan Rp100 Juta-Rp 500 Juta

27 January 2023 - 15:07 WIB

Pinjaman KUR Mandiri 2023

Kontroversi Kaum Pelangi 

25 January 2023 - 20:15 WIB

Ramalan Shio Kelinci Air di Tahun 2023, Simak di Sini!

23 January 2023 - 16:37 WIB

Ramalan Shio Kelinci Air di Tahun 2023

Spesial Tahun Baru Imlek Plaza Toyota Citeureup Tawarkan Promo Menarik

22 January 2023 - 12:17 WIB

Spesial Tahun Baru Imlek Plaza Toyota Citeureup Tawarkan Promo Menarik

Jual Emas Patah Masih Bisa Untung? Buktikan Langsung ke Raja Emas Indonesia

21 January 2023 - 12:09 WIB

Raja Emas Indonesia
Trending di TERKINI