Friday, 4 April 2025
HomeBeritaAntibodi Vaksin Influenza Kurangi Keparahan Pengidap Covid-19, Benarkah?

Antibodi Vaksin Influenza Kurangi Keparahan Pengidap Covid-19, Benarkah?

Bogordaily.net – Menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara agar tak terkena Covid-19.

Namun, tetap menerima rutin lainnya untuk menjaga kesehatan tubuh di masa pandemi saat ini jadi hal yang sangat penting.

Salah satu contohnya influenza, yang biasanya terjadwal satu kali penyuntikan rutin setiap tahunnya.

jenis ini, diketahui begitu penting untuk kelompok orang lanjut usia dan juga orang yang memiliki penyakit kronik.

Jika patuh melakukan vaksinasi influenza, apakah antibodi yang terbentuk dari ini bisa membantu mengurangi keparahan jika suatu saat positif terinfeksi Covid-19.

Dilansir dari okezone yang menuliskan paparan dokter spesialis ilmu penyakit dalam. Apakah benar hal tersebut?

Prof. DR. dr Samsuridjal Djauzi, SpPD K-AI, spesialis ilmu penyakit dalam mengatakan, melakukan vaksinasi influenza tidak mengurangi keparahan jika terkena Covid-19. Sebab, sejatinya dasarnya bersifat sangat spesifik.

itu kan spesifik ya, influenza ya untuk membentuk antibodi influenza. Enggak bisa untuk Covid-19, hanya untuk antibodi menghadapi influenza,” jelas Prof. DR. dr Samsuridjal Djauzi belum lama ini.

Profesor Samsuridjal Djauzi memperingatkan, meski di tengah pandemi Covid-19.

Masyarakat sebaiknya jangan hanya fokus untuk tidak terpapar Covid-19 tapi melupakan faktor lainnya, seperti influenza.

rutin tahunan seperti jenis influenza sebaiknya jangan sampai telat untuk diulang secara berkala.

Dampak jangka panjangnya, juga untuk memudahkan penanganan jika suatu hari positif terinfeksi Covid-19.

“Tentu ada vaksin Covid ini dimanfaatkan sebaiknya, tapi jangan lupa imunisasi vaksin influenza setahun sekali kalau sudah waktunya jangan sampai telat diulang. Biar enggak kena influenza juga Covid-19 kan. Sebaliknya, kalau sudah Covid terus ditambah influenza ini bisa menyuliskan tenaga kesehatan untuk diagnosisnya sehingga sulit untuk ditanggulangi,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here