Catat! Ini Alat Kesehatan yang Mesti Ada saat Isolasi Mandiri

Menu

Mode Gelap
Info Terkini Gempa, BMKG: Terjadi di Kepulauan Talaud Sulut dan China Harga Emas Antam Hari Ini, Senin 30 Januari 2023 Jadwal Layanan SIM Keliling di Kota Bogor, Senin 30 Januari 2023 Prakiraan Cuaca Kota Bogor Hari Ini Senin, 30 Januari 2023 Info Terkini Gempa Menurut BMKG, Sabtu 28  Januari 2023

Headline · 3 Aug 2021 21:13 WIB

Catat! Ini Alat Kesehatan yang Mesti Ada saat Isolasi Mandiri


 Catat! Ini Alat Kesehatan yang Mesti Ada saat Isolasi Mandiri Perbesar

IIMS

Bogordaily.net – Isolasi mandiri kini sudah menjadi alternatif bagi pasien covid-19 yang tidak merasakan gejala.

Sebelum melakukan isolasi mandiri, diimbau melakukan untuk konsultasi dengan dokter.

Lalu pastikan memegang kontak tenaga kesehatan yang bisa dihubungi jika sewaktu-waktu ada keadaan darurat.

Bila muncul keluhan, hubungi dokter yang sudah mengetahui kondisi agar tenaga kesehatan bisa tetap mengawasi meski tidak berada di tempat isolasi mandiri.

Jangan lupa menyaring informasi sehingga tidak kebingungan saat menjalani isolasi mandiri.

“Saya biasa menganjurkan pasien pegang satu nomor dokter yang dipercaya. Jadi kalau ada apa-apa, pasien kontak sama dokter itu supaya jangan sampai dapat informasi yang simpang siur,” jelas dokter spesialis penyakit dalam Sayuri Suwandi di live akun Instagram @kawalcovid19.id, seperti dikutip dari Antara

Ia melanjutkan, pasien covid-19 yang tidak punya komorbid harus menyediakan alat kesehatan mendasar seperti termometer untuk mengukur suhu minimal dua kali sehari pada pagi dan sore atau pagi dan malam. Pengukuran suhu juga bisa dilakukan tiga kali pada pagi, siang, dan malam.

Catat suhu tubuh secara rutin untuk melihat kurva grafik suhu tubuh. Selanjutnya adalah oksimeter atau alat pengukur kadar saturasi oksigen.

Alat ini bisa memantau apakah pasien memiliki kadar saturasi oksigen rendah tapi tidak merasa sesak.

“Kalau dia punya oksimeter, dia bisa lihat nih. Kalau misalnya saturasi oksigennya saya sudah di bawah 95, ini sudah warning nih. Pasti sudah ada something wrong. Karena kan kalau normal harusnya di atas 95,” kata dr Sayuri.

Bila saturasi oksigen di bawah 95, segera kontak dokter atau langsung bertolak ke rumah sakit.

Jika tidak punya oksimeter, gejala penurunan oksigen bisa dirasakan dari kesulitan bernapas.

Seperti dada yang sakit dan terasa tertekan, bibir yang mulai kebiruan dan ujung jari terlihat agak ungu. Saat itu terjadi, segera cari pertolongan medis.

Alat kesehatan lain yang harus disiapkan tergantung dari komorbid pasien. Bila punya riwayat hipertensi, siapkan alat untuk mengukur tekanan darah.

Mereka yang punya riwayat diabetes sebaiknya menyiapkan glucometer untuk mengevaluasi gula darah.

“Kalau misalnya gulanya tiba-tiba naik melonjak enggak bisa turun-turun, hati-hati. Harus segera konsultasi dokter atau ke rumah sakit,” pungkasnya.***

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Manfaat Buah Salak untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

30 January 2023 - 16:39 WIB

Manfaat buah salak untuk kesehatan

Kenali Gejala Stroke yang Kerap Diabaikan Penderitanya

30 January 2023 - 11:49 WIB

gejala stroke

5 Cara Atasi Saraf Kejepit Secara Alami, Lakukan Stretching

30 January 2023 - 10:25 WIB

Saraf Kejepit

Tak Hanya untuk Kecantikan, Ini Manfaat Pijat Wajah

29 January 2023 - 22:04 WIB

6 Manfaat Mentimun Bagi Kesehatan dan Kecantikan, Bikin Kulit Kenceng

29 January 2023 - 21:11 WIB

manfaat mentimun

Awas, Kebiasaan Ini Dapat Menurunkan Daya Ingat

28 January 2023 - 18:55 WIB

turunkan daya ingat
Trending di Kesehatan