Viral, Guru di Kabupaten Bogor Keluarkan Ortu dari Grup WA

Menu

Mode Gelap
Info Terkini Gempa Menurut BMKG, Sabtu 28  Januari 2023 Link Streaming Man City vs Arsenal, Aman dan Legal Catat, Ini Nomor Hotline Pengaduan Penculikan Anak di Kota Bogor Doa Buka Puasa Rajab 2023 dan Qadha Ramadhan Lengkap Pasar Kaget di Taman Heulang Dikeluhkan Warga, Sahib Khan Usulkan Relokasi

Headline · 6 Aug 2021 08:50 WIB

Viral, Guru di Kabupaten Bogor Keluarkan Ortu dari Grup WA Lantaran Protes Tugas Kebanyakan


 Percakapan orang tua murid dengan guru di Kabupaten Bogor terkait tugas yang diberikan terlalu banyak. (@nung_306/Bogordaily.net) Perbesar

Percakapan orang tua murid dengan guru di Kabupaten Bogor terkait tugas yang diberikan terlalu banyak. (@nung_306/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Keberatan karena tugas anak yang banyak setiap harinya, orang tua murid di SD Kabupaten Bogor dikeluarkan dari grup WA.

Hal itu diungkapkan oleh lelaki selaku ayah dari murid, yang merasa keberatan karena tugas yang diberikan terlalu banyak.

“GILLLAAAA…!!! gaya otoriter udah masuk sampe ke ranah sekolah. Pagi ini bini gw sedikit kasih masukan ke Guru anak gw yg pertama, soal pemberian tugas harian mulai dari LKS yg bisa sampai 5 lembar belum ditambah tugas dari buku paket, dan adiknya pun sama seperti itu,” cuit @nung_306 yang dikutip Bogordaily.net pada Kamis 5 Agustus 2021.

Menurutnya, selama PPKM orang tua tidak selalu membantu anak-anaknya dalam mengerjakan tugas, terlebih tidak mempunyai basic mengajar.

“Mengingat kemampuan kita orang tua yg gak punya basic mengajar, ditambah kesibukkan kita jg utk bertahan hidup, dpt dipastikan kami gak selalu bs mendampingi putra-putri kami utk menjawab tugas2nya. sementara Sang Guru hanya melempar tugas2 via WAG tanpa ada penjelasan materinya,” ungkapnya.

Merasa jengah dengan tugas yang bertubi-tubi setiap harinya, lelaki tersebut mengatakan istrinya berusaha berbicara di grup dengan guru.

“Dan pagi ini bini gw udah merasa kewalahan dengan tugas2 yg diberikan hingga beberapa halaman sekaligus, dan saat memberikan masukan ke sang guru, endingnya bini gw malah di kick dari group tsb. Ini sikap guru yg sangat otoriter dan tidak terbuka dgn masukan dari orang tua murid,” jelasnya.

Setelah diberikan tugas yang berikan sang guru, istrinya mencurahkan hatinya di grup.

“Assalamu’alaikum..Bu’..mhn maaf setiap hari tugas nya apa gak kebanyakan ya…? Jujur saya pribadi selaku orang tua…keberatan dengan tugas sebaik ini setiap hari nya..mana lagi dengan kondisi seperti ini yang memikirkan juga untuk pemasukan d rmh..mhn untuk di pahami dan di mengerti .terima kasih sebelum nya bu…,” tulis sang istri di grup WA kelas.

Tidak lama kemudian sang guru membalasnya.

“Wass, mau nya gmn ? 1 minggu sex…? Karna kls 1 ibu kmrin setiap hari…alhamdulilah… Sok mangga ibu/ guru ikut saja.. tks..,” balas guru tersebut.

“lya bu.. Saya gak keberatan jika ada tugas setiap hari nya…jika di perkenankan tugas nya fokus Lks..Lks saja…atau buku paket..buku paket aja…karena apa yang di buku Lks sama di buku paket gak jauh berbeda materi nya. Klo pun untuk mengejar nilai..terus terang saya pribadi mungkin ada kekurangan klo untuk mengerjakan lks sekaligus yang di buku paket setiap hari karena keterbatasan waktu saya dengan kerjaan di rmh Dan juga mengajarkan adik’ nya,” curhatan istri tersebut di grup.

Tetapi respon yang diberikan guru tersebut bikin menohok, dan meminta orang tua lain tidak usah protes dengan tugas yang diberikan.

“Tks masukan nya….. Nti siap2 ada ulangan di buku paket… jd g usah… protes. Karna Lks dan paket hrs di sampai kan…itu program pemerintah. bkn se enak nya guru….klw ada wartawan yg tanya jgn salah kan guru…ibu hrs siap jwb,” ketus guru tersebut.

Tidak lama setelah itu, istri dari akun @nung_306 malah dikeluarkan dari grup kelas tersebut.

Grup

Orang tua murid dikeluarkan dari grup oleh guru anaknya. (@nung_306/Bogordaily.net)

“Gw mau bertanya pd Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, apa sikap ini bs dibenarkan? Saat kita dikeluarkan dr WAG kelas, otomatis anak gw gk bisa lg mengikuti pelajaran apapun & putus semua informasi dr sekolahnya, apakah artinya anak gw dgn ini jg otomatis dikeluarkan dr sekolah?,” tanyanya dengan heran.

Dirinya merasa kesal karena perlakuan guru tersebut yang otoriter, ia merasa tidak bisa bersuara bebas di negeri sendiri.

“Jika memang memberikan masukan sudah menjadi sesuatu yang HARAM di negeri ini, jangan salahkan kami, jika pada akhirnya kami menempuh banyak jalan HARAM untuk sesuatu yang kami anggap benar. @bogorkab melalui Dinas Pendidikan apakah ini hanya perlu kami diamkan saja?,” tegasnya.

Cuitan tersebut banyak respon dari orang tua lainnya yang merasa keberatan juga dengan pembelajaran dari rumah, bahkan sampai disukai sebanyak 7.840 dan di retweet sebanyak 2.522 orang.***

Orang tua murid dikeluarkan dari grup oleh guru anaknya. (@nung_306/Bogordaily.net)

 
 
Artikel ini telah dibaca 312 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Minibus Tabrak 2 Truk TNI di Puncak, Polisi Perkirakan Kerugian Capai Rp20 Juta

29 January 2023 - 17:59 WIB

Minibus Truk TNI Puncak

Pembangunan Mahkota Tugu Pancakarsa, Pemkab Bogor Anggaran Rp500 Juta

29 January 2023 - 15:07 WIB

Mau Cek Listrik, Petugas PLN Temukan Mayat di Jonggol! Berikut Kronologinya

29 January 2023 - 11:27 WIB

Mayat ditemukan di Jonggol

Harlah 1 Abad, Plt Bupati Bogor Dukung Penuh Kegiatan NU

28 January 2023 - 22:46 WIB

harlah NU

DPKPP Kejar Target Pembangunan RTLH di Kabupaten Bogor

28 January 2023 - 21:57 WIB

RTLH di Kabupaten Bogor

Aksi Pembacokan di Gunungsindur, Seorang Remaja Jadi Korban 

28 January 2023 - 21:53 WIB

Pembacokan Gunungsindur
Trending di Kabupaten Bogor