Bogordaily.net – Pemandangan tak biasa terjadi di Masjid Al Mubarok, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, pada Minggu pagi. Antrean panjang warga membludak untuk mendapatkan buah kurma muda Ajwa yang dibagikan secara gratis.
Bukan hanya warga sekitar, masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur disebut turut datang ke lokasi. Bahkan, sejumlah warga dari berbagai daerah di Indonesia dikabarkan rela menginap di Mojokerto demi mendapatkan kurma muda tersebut.
Fenomena ini menarik perhatian karena kurma muda yang dibagikan dipercaya oleh sebagian masyarakat memiliki khasiat yang berkaitan dengan program kehamilan atau promil.
Karena itu, kedatangan warga ke Mojokerto tidak sekadar untuk mendapatkan buah secara gratis. Bagi sebagian pasangan yang sedang menjalani program untuk mendapatkan momongan, kesempatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar yang mereka lakukan.
Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean pembagian kurma muda di kawasan masjid. Jumlah masyarakat yang datang disebut sangat membludak hingga membuat suasana pembagian berlangsung ramai.

Antusiasme Warga Jadi Sorotan
Fenomena antrean panjang di Masjid Al Mubarok menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pembagian kurma muda tersebut.
Warga dari berbagai daerah datang dengan harapan mendapatkan kurma yang dipercaya dapat mendukung ikhtiar mereka dalam mendapatkan momongan.
Bagi mereka, perjalanan ke Mojokerto menjadi bagian dari usaha dan doa. Kurma yang dibagikan secara gratis pun menjadi sesuatu yang sangat dinantikan, hingga membuat warga rela menempuh perjalanan jauh dan bahkan menginap sebelum pembagian berlangsung.
Fenomena tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana makanan yang memiliki nilai budaya dan kepercayaan tertentu dapat menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat dalam menjalani program kehamilan.
Kurma Muda dan Ikhtiar Program Hamil
Kepercayaan terhadap manfaat kurma untuk kesuburan memang cukup dikenal di masyarakat. Kurma secara umum merupakan buah yang mengandung karbohidrat, serat, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif seperti polifenol dan karotenoid. Sejumlah penelitian juga telah mengeksplorasi potensi buah kurma terhadap kesehatan reproduksi.
Namun, klaim bahwa mengonsumsi kurma muda secara langsung dapat menyebabkan kehamilan masih membutuhkan bukti ilmiah yang lebih kuat.
Tinjauan sistematis terbaru menemukan adanya sejumlah penelitian mengenai konsumsi produk kurma dan parameter kesehatan reproduksi perempuan, tetapi penelitian mengenai manfaat spesifik setiap jenis kurma dan kaitannya dengan keberhasilan kehamilan masih terbatas.
Dengan demikian, kurma lebih tepat dipandang sebagai salah satu bagian dari pola makan bergizi, bukan sebagai pengganti pemeriksaan maupun terapi medis bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan.
Mengenal Kurma Ajwa
Salah satu jenis kurma yang cukup populer di Indonesia adalah kurma Ajwa. Kurma yang dikenal juga dengan sebutan kurma Nabi ini berasal dari Madinah, Arab Saudi, dan memiliki ukuran relatif kecil dengan warna gelap hingga kehitaman.
Seperti jenis kurma lainnya, Ajwa mengandung gula alami, serat, mineral, serta berbagai senyawa antioksidan. Secara umum, penelitian mengenai buah kurma menunjukkan bahwa buah ini merupakan sumber energi, serat pangan, mineral seperti kalium dan magnesium, serta berbagai senyawa fenolik dan karotenoid.
Sejumlah penelitian juga mengeksplorasi potensi kurma terhadap kesehatan reproduksi. Namun, bukti ilmiah yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kurma Ajwa secara khusus dapat meningkatkan peluang kehamilan atau menjadi terapi infertilitas.
Artinya, mengonsumsi kurma Ajwa maupun kurma jenis lainnya tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat, tetapi pasangan yang sedang menjalani promil sebaiknya tidak menggantungkan keberhasilan kehamilan hanya pada konsumsi kurma.***
