Mas Pardi, Bapak Pelayaran Indonesia

Menu

Mode Gelap
Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini! Menu Baru Djoeragan Resto, Spicy Chicken Mozzarella with Salad Ponpes di Rumpin Ludes Terbakar, Hubungan Arus Pendek Diduga Jadi Penyebabnya

Tokoh · 10 Sep 2021 20:49 WIB

Mas Pardi, Bapak Pelayaran Indonesia


 Laksamana Muda TNI Mas Pardi adalah pendiri dan sekaligus pemimpin dari BKR Laut pusat, yang merupakan cikal bakal dari TNI Angkatan Laut.(Wikipedia/Bogordaily.net) Perbesar

Laksamana Muda TNI Mas Pardi adalah pendiri dan sekaligus pemimpin dari BKR Laut pusat, yang merupakan cikal bakal dari TNI Angkatan Laut.(Wikipedia/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Laksamana Muda TNI (Purn) Mas Pardi (1 Oktober 1901 – 13 Agustus 1968) adalah pendiri dan sekaligus pemimpin dari BKR Laut pusat, seperti bersumber dari Wikipedia.

BKR Laut pusat merupakan cikal bakal dari TNI Angkatan Laut. Mas Pardi juga terkenal sebagai “Bapak Pelayaran Indonesia” dengan banyak mendirikan sekolah maritim pada saat itu.

Pada tanggal 10 September 1945 BKR laut diubah namanya menjadi TKR Laut. Pada saat itu jabatan Mas Pardi masih bernama Kepala Staf Umum TKR Laut.

Atas usulan Mas Pardi, Badan Diklat Perhubungan Republik Indonesia mendirikan Akademi Ilmu Pelayaran yang menyelenggarakan Program Diploma III (setara dengan BSc) dengan 2 jurusan antara lain: Nautika dan Teknika (sertifikat kompetensi Klas III) dengan lama pendidikan 3-4 tahun.

Mas Pardi

Pada 27 Februari 1957, AIP diresmikan oleh Bung Karno. Saat itu juga menjadi Akademi Pelayaran Pertama di Indonesia dengan lokasi kampus yang berada di Jl. Gunung Sahari, Mangga Dua Ancol, Jakarta Utara.

Mas Pardi pun ditunjuk sebagai juga sebagai pengajar di AIP. Sementara kepala AIP pertama ialah HP Kalangi, seorang Indo Belanda yang aktif juga dalam dunia kepelautan.

Tugas lembaga pendidikan ini hanya satu yaitu menyiapkan SDM Pelaut Indonesia yang andal dan terampil, sebagaimana isi pidato Bung Karno pada saat meresmikan IAL.

Beliau wafat di Poliklinik SPM Semarang, Jawa Tengah karena sakit dalam usia 66 tahun, hari Selasa tanggal 13 Agustus 1968 jam 18.45 WIB.

Makam beliau dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2012.

Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya namanya diabadikan menjadi salah satu gedung yang berada di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang  dan Akademi Angkatan Laut, TNI Angkatan Laut.***

 

 

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Demi Album Baru Musisi Iran Rela Masuk Penjara

18 September 2021 - 15:24 WIB

penjara

Kisah Hidup yang Inspiratif

17 September 2021 - 13:01 WIB

Kisah Hidup yang Inspiratif

Peneliti Demam Berdarah UGM Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh 2021 versi TIME

16 September 2021 - 15:33 WIB

TIME

Didukung Maju di Pilpres, Ganjar Bilang Lagi Fokus Ngurus Covid-19

16 September 2021 - 15:14 WIB

Cerminan Batin Kotor Istana, Ngabalin

15 September 2021 - 12:30 WIB

Cerminan Batin

Shalimar, Parfum Bernuansa Mistis Kegemaran Sang Proklamator

14 September 2021 - 17:40 WIB

Parfum
Trending di Tokoh