Pastikan Balita Dapat Vaksin Dasar Lengkap, Aktifkan Posyandu Kembali

Menu

Mode Gelap
Pengunjung Zenthrum Resto dan Zoom Malla Superindo Diamankan BNNK Bogor Hari Ini, Novel Baswedan dkk Dilantik Jadi ASN Polri Kota Bogor Hujan Petir Pada Sore Hari, Kamis 9 Desember 2021 Update, Bendung Katulampa Siaga 4 Malam Ini Ternyata Ini Alasan Mendagri Tito Karnavian Batalkan PPKM Level 3

Kesehatan · 4 Sep 2021 15:05 WIB

Pastikan Balita Dapat Vaksin Dasar Lengkap, Aktifkan Posyandu Kembali


 Ilustrasi Balita.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi Balita.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Imran Agus Nurali mengatakan, kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berkurang sejak pandemi Covid-19 sehingga harus diaktifkan kembali.

“Saat ini terdata ada 292 ribu lebih Posyandu. Yang aktif itu hanya 21 persen dan kita harapkan tahun ini bisa meningkat sesuai dengan jumlahnya,” kata Imran dalam konferensi pers daring di Jakarta, dilansir dari Aktual.

Menurut Imran, pengaktifan kembali kegiatan Posyandu sangat penting untuk memastikan balita mendapatkan vaksinasi dasar lengkap, memantau tumbuh kembang anak, hingga pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil.

Imran menambahkan, pelayanan Posyandu juga harus melakukan modifikasi agar tidak terjadi kerumunan atau hal-hal lain yang dapat menjadi sarana penularan virus Covid-19.

“Kami sudah buatkan pedomannya. Disesuaikan dengan wilayahnya apakah zona merah atau zona hijau. Bisa online atau janjian kunjungan ke rumah, nanti kader akan datang,” ujar Imran.

“Kalau ada pertemuan di Posyandu bisa dilakukan beberapa kloter sehingga tidak berkumpul. Setiap keluarga juga harus bawa kain sendiri untuk penimbangan, karena selama ini kan penimbangan pakai kain yang sama yang sudah disediakan,” lanjutnya.

Nantinya, kegiatan Posyandu diharapkan tak hanya menjangkau bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan layanan Keluarga Berencana (KB), tapi melayani seluruh siklus usia termasuk remaja, usia produktif, hingga lansia.

“Kita harapkan seluruh siklus kehidupan bisa ditangani dalam kegiatan posyandu, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 18 tahun 2018 bahwa semua masyarakat harus punya akses untuk pelayanan dasar,” kata Imran.

“Pada usia produktif itu dalam rangka upaya kesehatan kerja, kemudian yang lansia biasanya pengukuran tekanan darah, berat badan, diabetes,” tambahnya.

Tak hanya itu, Imran mengungkapkan bahwa setelah melakukan evaluasi, ada beberapa usulan agar Posyandu dijadikan wadah untuk aktivitas ketahanan pangan.

Melalui hal itu, keluarga memiliki lahan bersama untuk menanam tanaman termasuk apotek hidup hingga sayur-sayuran yang baik untuk untuk kesehatan.

“Sudah saya saksikan ini sudah dilaksanakan oleh komunitas di Lampung yang bagian dari posyandu,” ujarnya.***

Artikel ini telah dibaca 95 kali

Baca Lainnya

Dicari Partisipan Penelitian untuk Olahraga Sambil Mengonsumsi Ganja

8 Desember 2021 - 12:35 WIB

Partisipan Penelitian

Catat Tanggalnya! Ikuti Workshop Senam Hamil di RS AZRA Bogor

7 Desember 2021 - 17:06 WIB

Workshop Senam Hamil

Dampak Covid-19, Amerika Dihantui Resesi Seks

7 Desember 2021 - 07:28 WIB

Resesi Seks

Poliklinik RSOP Ciamis, Melayani dengan Ramah dan Menyenangkan

6 Desember 2021 - 21:30 WIB

Poliklinik RSOP Ciamis

Cegah Stunting, Bulog Peduli Gelontorkan Beras Bervitamin Kepada Balita NTT

6 Desember 2021 - 14:49 WIB

Bulog Peduli Gelontorkan Beras Fortivit di NTT

Ini Kata WHO Soal Varian ‘Monster’ Omicron

6 Desember 2021 - 09:00 WIB

Varian 'Monster'
Trending di Kesehatan