Pastikan Balita Dapat Vaksin Dasar Lengkap, Aktifkan Posyandu Kembali

Menu

Mode Gelap
Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini! Menu Baru Djoeragan Resto, Spicy Chicken Mozzarella with Salad Ponpes di Rumpin Ludes Terbakar, Hubungan Arus Pendek Diduga Jadi Penyebabnya

Kesehatan · 4 Sep 2021 15:05 WIB

Pastikan Balita Dapat Vaksin Dasar Lengkap, Aktifkan Posyandu Kembali


 Ilustrasi Balita.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi Balita.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Imran Agus Nurali mengatakan, kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berkurang sejak pandemi Covid-19 sehingga harus diaktifkan kembali.

“Saat ini terdata ada 292 ribu lebih Posyandu. Yang aktif itu hanya 21 persen dan kita harapkan tahun ini bisa meningkat sesuai dengan jumlahnya,” kata Imran dalam konferensi pers daring di Jakarta, dilansir dari Aktual.

Menurut Imran, pengaktifan kembali kegiatan Posyandu sangat penting untuk memastikan balita mendapatkan vaksinasi dasar lengkap, memantau tumbuh kembang anak, hingga pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil.

Imran menambahkan, pelayanan Posyandu juga harus melakukan modifikasi agar tidak terjadi kerumunan atau hal-hal lain yang dapat menjadi sarana penularan virus Covid-19.

“Kami sudah buatkan pedomannya. Disesuaikan dengan wilayahnya apakah zona merah atau zona hijau. Bisa online atau janjian kunjungan ke rumah, nanti kader akan datang,” ujar Imran.

“Kalau ada pertemuan di Posyandu bisa dilakukan beberapa kloter sehingga tidak berkumpul. Setiap keluarga juga harus bawa kain sendiri untuk penimbangan, karena selama ini kan penimbangan pakai kain yang sama yang sudah disediakan,” lanjutnya.

Nantinya, kegiatan Posyandu diharapkan tak hanya menjangkau bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan layanan Keluarga Berencana (KB), tapi melayani seluruh siklus usia termasuk remaja, usia produktif, hingga lansia.

“Kita harapkan seluruh siklus kehidupan bisa ditangani dalam kegiatan posyandu, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 18 tahun 2018 bahwa semua masyarakat harus punya akses untuk pelayanan dasar,” kata Imran.

“Pada usia produktif itu dalam rangka upaya kesehatan kerja, kemudian yang lansia biasanya pengukuran tekanan darah, berat badan, diabetes,” tambahnya.

Tak hanya itu, Imran mengungkapkan bahwa setelah melakukan evaluasi, ada beberapa usulan agar Posyandu dijadikan wadah untuk aktivitas ketahanan pangan.

Melalui hal itu, keluarga memiliki lahan bersama untuk menanam tanaman termasuk apotek hidup hingga sayur-sayuran yang baik untuk untuk kesehatan.

“Sudah saya saksikan ini sudah dilaksanakan oleh komunitas di Lampung yang bagian dari posyandu,” ujarnya.***

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Takut Keguguran, Bumil Ngga Boleh Makan Nangka

19 September 2021 - 14:01 WIB

Makan

Catat Yuk! Minyak Alami Bikin Wajah Halus dan Bercahaya

18 September 2021 - 06:11 WIB

Alami

Bye Perut Buncit! Ajaibnya Minuman Berserat

17 September 2021 - 22:51 WIB

Minuman

Rahasia Gaya Hidup Idol K-Pop Biar Bugar dan Kinclong

17 September 2021 - 17:17 WIB

Gaya hidup

Dari 5.344 Pasien Covid-19 di RS PMI Bogor, Kini Tersisa 1 Pasien

17 September 2021 - 16:19 WIB

RS PMI Bogor

4 Cara Menjaga Mental Agar Kamu Damai dan Bahagia

16 September 2021 - 12:47 WIB

Trending di Kesehatan