Thursday, 29 February 2024
HomeBeritaSimak Yuk, Tiga Perkara yang Dapat Menyelamatkan Manusia dari Siksa Allah SWT

Simak Yuk, Tiga Perkara yang Dapat Menyelamatkan Manusia dari Siksa Allah SWT

Bogordaily.net – Setiap pasti ingin terbebas dari siksa akhirat dan panasnya api neraka, bila sudah tiba di alam akhirat kelak.

Untuk itu, Syekh Nawawi al-Bantani mengungkapkan hadits Nabi yang menjelaskan tentang yang dapat dari siksa Allah SWT.

Dalam kitabnya yang berjudul “Nashaihul ‘Ibad”, seperti dikutip dari Republika, ulama asal Banten yang menjadi imam di Mekah  menjelaskan, Abu Hurairah atau yang bernama asli Abdurrahman ibn Shakhr berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Ada tiga perkata yang (penyelamat manusia dari siksa Allah), ada yang dapat membinasakan (mengantarkan manusia pada kebinasaan), ada yang dapat meninggikan derajat (derajat manusia di akhirat), dan ada yang dapat menghapus dosa.”

yang dapat manusia dari siksa Allah itu yang pertama, adalah takut kepada Allah, baik ketika berada di tempat sepi maupun ketika berada di tempat ramai.

Menurut Syekh Nawawi, takwa kepada Allah di tempat sepi adalah paling tingginya derajat.

Kedua, berpola hidup hemat dan sederhana, baik saat tidak berkecukupan maupun saat berkecukupan.

Artinya, menurut Syekh Nawawi, sederhana dalam hidup dengan tidak berfoya-foya dan ridho dengan hal itu.

Sedangkan perkara yang ketiga, selalu berlaku adil, baik saat rela maupun di saat marah.

Arti dari marah dan rela tersebut, menurut Syekh Nawawi, bersikap marah kepada hal yang dimurkai Allah dan bersikap rela dengan apa yang diridhoi Allah.

Sementara itu, tiga hal yang dapat membinasakan adalah sangat kikir, senantiasa menuruti hawa nafsunya, dan membanggakan diri sendiri.

Kemudian, tiga hal yang dapat meninggikan derajat manusia di akhirat, yaitu membudayakan ucapan salam, suka memberikan makanan kepada tamu dan orang yang lapar dan sholat malam.

Adapun tiga hal yang dapat menghapus dosa, yang pertama, adalah menyempurnakan wudhu di pagi hari yang dingin.

Kedua, melangkahkan kaki untuk melaksanakan sholat berjamaah.

Ketiga, menunggu tibanya waktu sholat yang kedua usai mengerjakan sholat yang pertama, sehingga ada hubungan emosial juga dengan masjid.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here