BNPB: Gempa Malang Sebabkan Kerusakan Bangunan di Kabupaten Blitar

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Nasional · 22 Okt 2021 21:00 WIB

BNPB: Gempa Malang Sebabkan Kerusakan Bangunan di Kabupaten Blitar


 Sejumlah bangunan di Blitar rusak karena gempa.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Sejumlah bangunan di Blitar rusak karena gempa.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,3 pada Jumat (22 Oktober 2021).

Gempa yang berpusat di 8,84 LS dan 112,51 BT atau 78 kilometer barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Gempa tersebut telah menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan di Kabupaten Blitar, mengutip okezone.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar melaporkan bahwa guncangan gempa tersebut memang sempat dirasakan sedang selama 2-4 detik di Kabupaten Blitar.

Laporan visual dari BPBD Kabupaten Blitar, atap bagian teras gedung Mushola An Nur di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, mengalami kerusakan dan terjatuh hingga ke tanah.

Kerusakan bangunan lainnya menurut asesmen sementara meliputi, satu gedung kantor Desa Sarang dilaporkan rusak ringan.

Satu unit rumah rusak ringan, satu gedung balai kesenian Desa Sidorejo rusak ringan dan satu gedung kantor Kecamatan Binangun rusak ringan.

“Hingga saat ini diturunkan, belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Jumat (22 Oktober 2021).

BPBD Kabupaten Blitar terus melakukan asesmen dan koordinasi dengan lintas instansi guna pendataan dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resminya menyebut bahwa gempa bumi M 5,3 Kabupaten Malang itu merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Menurut BMKG, guncangan gempa bumi ini juga dirasakan di daerah Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember dan Trenggalek.

Hingga hari Jumat, (22 Oktober 2021) pukul 09:43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Di samping itu, masyarakat diminta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.

Serta untuk selalu memastikan bahwa bangunan tempat tinggal cukup tahan dari guncangan gempa.***

Artikel ini telah dibaca 40 kali

Baca Lainnya

Cuma Gara-Gara Rokok, Kopassus-Brimob Bentrok di Mimika

29 November 2021 - 12:05 WIB

Guntur Subagja: 4 Hal Agar Media Online Jadi Pemenang Lawan Media Sosial

29 November 2021 - 09:34 WIB

Cegah Varian Baru Covid, Sufmi Dasco Nilai Perlu Pembatasan Perjalanan dari Afrika Selatan

28 November 2021 - 12:43 WIB

afrika selatan

Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil

28 November 2021 - 09:16 WIB

3 mobil

Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat

27 November 2021 - 18:01 WIB

Dua Pria Ditembak Orang Tak Dikenal di Bintaro

27 November 2021 - 17:49 WIB

Dua Pria
Trending di Nasional