Korban Pinjol Ilegal Tak Usah Bayar, Bila Diteror Lapor Polisi

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Nasional · 20 Okt 2021 13:17 WIB

Mahfud MD: Warga Jangan Bayar Utang Pinjol Ilegal!


 Menko Polhukam Mahfud MD mengimbau masyarakat yang sudah telanjur menjadi korban pinjol ilegal untuk tidak membayar utang.(kumparan/Bogordaily.net) Perbesar

Menko Polhukam Mahfud MD mengimbau masyarakat yang sudah telanjur menjadi korban pinjol ilegal untuk tidak membayar utang.(kumparan/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Penindakan terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal semakin gencar dilakukan. Kepolisian terus  melakukan penggerebekan di berbagai daerah untuk membongkar jaringan ini.

Namun, banyak juga yang bertanya-tanya bagaimana dengan nasib utang-piutang pinjol ilegal.

Apakah masyarakat yang menjadi korban pinjol harus tetap membayar utangnya meskipun pinjol tersebut dinyatakan ilegal dan sudah digerebek polisi?

Melansir kumparan, Menko Polhukam Mahfud MD mengimbau masyarakat yang sudah telanjur menjadi korban pinjol ilegal untuk tidak membayar utang.

Jika mendapat ancaman dan juga pemaksaan, korban pinjol ilegal harus segera melaporkannya ke kepolisian.

Aksi pinjol ilegal ini juga dinyatakan tidak memenuhi syarat, sehingga bisa dinyatakan batal atau dibatalkan.

Hal inilah yang dapat memberikan kelonggaran bagi masyarakat untuk tidak membayar utang.

“Kepada mereka yang telanjur menjadi korban, jangan membayar, jangan membayar! Kalau karena tidak membayar lalu ada yang tidak terima, diteror, lapor ke kantor polisi terdekat. Polisi akan memberikan perlindungan,” tegas Mahfud Selasa (19 Oktober 2021) malam kemarin.

Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat yang dirumuskan bersama dengan berbagai instansi pemerintah yang berkaitan langsung dengan upaya preventif dan represif dari pinjol ilegal.

Antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, dan Jampidum Kejaksaan Agung Fadil Zumhana.

Adapun berdasarkan hasil rapat, tindakan pinjol ilegal kini dihentikan secara resmi dan akan diberantas habis.

Mahfud MD menegaskan jika ternyata masyarakat masih ditagih, bahkan diteror oleh pelaku pinjaman online ilegal karena tidak membayar utang, maka diminta segera melaporkan ke kepolisian.

“Kalau tidak membayar ada yang tidak terima, diteror, lapor ke kantor polisi terdekat. Polisi akan memberikan perlindungan,” kata Mahfud.***

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya

Cuma Gara-Gara Rokok, Kopassus-Brimob Bentrok di Mimika

29 November 2021 - 12:05 WIB

Guntur Subagja: 4 Hal Agar Media Online Jadi Pemenang Lawan Media Sosial

29 November 2021 - 09:34 WIB

Cegah Varian Baru Covid, Sufmi Dasco Nilai Perlu Pembatasan Perjalanan dari Afrika Selatan

28 November 2021 - 12:43 WIB

afrika selatan

Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil

28 November 2021 - 09:16 WIB

3 mobil

Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat

27 November 2021 - 18:01 WIB

Dua Pria Ditembak Orang Tak Dikenal di Bintaro

27 November 2021 - 17:49 WIB

Dua Pria
Trending di Nasional