Menerima Banyak Keluhan, Wakil Ketua DPR Minta Polri Tindak Tegas

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Nasional ยท 22 Okt 2021 10:29 WIB

Menerima Banyak Keluhan, Wakil Ketua DPR Minta Polri Tindak Tegas Asuransi Unit Link


 Dasco mengaku menerima banyak keluhan terkait maraknya kasus kerugian investasi.(republika/Bogordaily.net) Perbesar

Dasco mengaku menerima banyak keluhan terkait maraknya kasus kerugian investasi.(republika/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta Polri menindak tegas asuransi unit link karena sudah banyak aduan dan juga keluhan dari masyarakat yang disampaikan kepada dirinya.

“Pihak kepolisian perlu mendalami persoalan tersebut karena adanya pihak-pihak yang merasa dirugikan, dan bila perlu mengambil tindakan tegas untuk membantu masyarakat agar dana nasabah tersebut dapat dikembalikan, sebagaimana mestinya,” kata Dasco, di Jakarta, mengutip republika, Kamis (21 Oktober 2021).

Dasco mengaku menerima banyak keluhan dan aduan dari masyarakat terkait dengan masih maraknya kasus kerugian investasi nasabah asuransi yang terhubung dengan produk asuransi atau unit link.

Menurutnya, dalam persoalan tersebut, nasabah tidak bisa disalahkan 100 persen dan perusahaan asuransi juga tidak bisa dibenarkan 100 persen.

“Karena dalam praktiknya penyampaian produk asuransi unit link oleh agen marketing asuransi hanya terfokus pada penyampaian ilustrasi hasil investasi yang menggiurkan, sehingga tidak sedikit nasabah yang merasa terkelabui,” ujar wakil ketua DPR tersebut.

Dasco menjelaskan bahwa persoalan yang sering muncul adalah para agen asuransi yang menawarkan produk unit link tersebut seringkali hanya menggunakan ilustrasi dengan asumsi hasil investasi yang tinggi.

Dia mengatakan, saat ditawarkan oleh agen marketing, yang ditekankan adalah ilustrasi keuntungan dari investasi.

Lalu tanda tangan ilustrasi dan membayar, kemudian baru polis asuransi datang.

“Polis itu selain tulisannya kecil-kecil dan dokumennya banyak, jadi tidak di baca lagi, karena ilustrasinya sudah dijelaskan dan juga sudah ditandatangani,” katanya lagi.

Namun, menurut Dasco, belakangan diketahui bahwa yang dianggap asuransi hari tua atau asuransi kesehatan, ternyata bukan asuransi, tetapi diinvestasikan.

Dia menilai maraknya produk asuransi unit link yang dikeluhkan masyarakat harus menjadi catatan serius bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dasco meminta OJK segera membuat aturan teknis yang lebih komprehensif dan ketat terkait dengan hal tersebut.

Dasco menilai perkembangan unit link saat ini luar biasa, sehingga diperlukan adanya regulasi teknis yang mengatur secara lebih komprehensif dan ketat.

Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dan kepentingan bersama, seperti perusahaan asuransi maupun nasabah atau pemegang polis.***

Artikel ini telah dibaca 20 kali

 
Baca Lainnya

Putri Candrawathi Istri Irjen Ferdy Sambo Menangis tak Henti-henti

10 Agustus 2022 - 18:27 WIB

Asal Usul Burung Garuda, dan Serahnya Jadi Lambang Negara

10 Agustus 2022 - 17:39 WIB

Lbang Garuda Pancasila

Aliansi Sejuta Buruh Unjuk Rasa di Depan DPR, Berikut Tuntutannya

10 Agustus 2022 - 15:18 WIB

Fahmi Alamsyah Mengundurkan Diri dari Penasihat Ahli Kapolri, Ini Alasannya

10 Agustus 2022 - 15:09 WIB

fahmi alamsyah

Anies Pecat Oknum PPSU Aniaya Kekasih, Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kekerasan

10 Agustus 2022 - 14:55 WIB

PLN Beri Bantuan Sambungan Listrik ke 77 Keluarga Kurang Mampu

10 Agustus 2022 - 12:41 WIB

sambungan listrik Keluarga Kurang Mampu
Trending di Nasional