MenKopUKM: Kerajinan Batu dan Kayu Fosil Tulungagung Sukses Dilirik

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Ekonomi · 23 Okt 2021 10:48 WIB

MenKopUKM: Kerajinan Batu dan Kayu Fosil Tulungagung Sukses Dilirik Pasar Global


 Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengakui hasil produk buatan UD Karya Indonesia ini memang bernilai tinggi alias premium.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengakui hasil produk buatan UD Karya Indonesia ini memang bernilai tinggi alias premium.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Satu lagi produk kerajinan premium bernilai tinggi terdapat di Indonesia yaitu produk batu dan kayu fosil asal Tulungagung, Jawa Timur.

UD Karya Indonesia, UKM penghasil kerajinan meja, wastafel, dan bathtub (bak mandi) dari batu dan kayu fosil ini telah memiliki buyer tingkat global.

UD Karya Indonesia bahkan melepas ekspor produknya ke Hamburg, Jerman senilai Rp400 juta Pada Jumat (22 Oktober 2021),

Ekspor ini menjadi pembuktian bahwa UKM Indonesia tetap memiliki pasarnya sendiri di luar negeri.

Diakui Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, hasil produk buatan UD Karya Indonesia ini memang bernilai tinggi alias premium.

Kerajinan

“Jadi wajar saja, jika hasil produknya dilirik oleh banyak buyer luar negeri,” ujarnya.

Saat mengunjungi workshop sekaligus ramah tamah dengan Pemilik UD Karya Indonesia Nanang Setiawan di Tulungagung, Jawa timur, Jumat (22 Oktober 2021).

Teten mengatakan produknya UD Karya Indonesia sangat berbeda dengan kualitas internasional.

“Ini sangat berbeda dan saya lihat sendiri memang kualitasnya internasional. Produk custom seperti ini bukan mass product, jadi memang sangat otentik. Saya harap Tulungagung bisa jadi sentra produksi kerajinan batu dan kayu fosil,” katanya.

Teten juga mengatakan bahwa ekspor ke Hamburg oleh UD Karya Indonesia, membuktikan meskipun pandemi membuat logistik terganggu.

Serta biaya pengiriman kontainer mahal, minat pasar luar negeri tetap tinggi. Terutama permintaan produk home decor.

Kerajinan

Untuk itu, sambungnya, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar usaha ritel semacam ini bisa dibantu sistem logistiknya.

“Konsolidasi bisa lebih mudah menembus pasar luar negeri,” ucap Teten.

Mengutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS), MenKopUKM menyebut, nilai ekspor Indonesia September 2021 mencapai 20,60 miliar dolar AS (Rp291,7 triliun) naik sebesar 47,64 persen.

Ekspor nonmigas September 2021 mencapai 19,67 miliar dolar AS (Rp278,5 triliun) tumbuh 48,03 persen dibanding ekspor nonmigas September 2020.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-September 2021 naik 35,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2020.

Demikian juga ekspor hasil pertanian naik 6,37 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 76,29 persen.

Berdasarkan provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–September 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai 24,67 miliar atau setara Rp348,9 triliun (15,02 persen).

Diikuti Jawa Timur 16,93 miliar dolar AS atau setara Rp239,4 triliun (10,31 persen) dan Kalimantan Timur 16,11 miliar dolar AS atau setara Rp227,8 triliun (9,80 persen).

“Jatim termasuk terbaik kedua ekspor setelah Jabar. Potensi ekspor Jatim ini bisa kita lihat sangat besar,” ujar MenKopUKM.

Pemilik UD Karya Indonesia Nanang Setiawan menuturkan, buyer produk-produknya datang dari Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Kanada, Belanda, dan Arab Saudi.

Bahkan sebelum pandemi Covid-19, bathtub buatannya dihargai 2 juta dolar AS atau setara Rp28,2 miliar. Pembelinya adalah Raja Arab Saudi.

Nanang yang mantan pegawai Telkom ini pun dipanggil langsung ke Arab Saudi untuk menceritakan proses pembuatannya.

Sehingga bathtub buatannya tersebut meraih Guiness Book of Record sebagai produk termahal.

Nanang menceritakan, produk custom buatan UD Karya Indonesia yang paling banyak diminati adalah wastafel dan coffee table dari kayu fosil.

Ketika pandemi Covid-19, ia hanya melakukan ekspor 1 kontainer ke AS. Tahun ini, ia baru mengirim 1 kontainer lagi ke Hamburg, Jerman sebanyak 1 kontainer senilai Rp400 juta.

“Karena kendala pandemi hanya bisa kirim 1 kontainer saja. Saya berharap, ke depan pemerintah bisa menstabilkan harga logistik dan kelangkaan kontainer,” harapnya.***

(Gibran)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Total Penyaluran BPUM 2021 Rp15,36 Triliun kepada 12,8 Juta Usaha Mikro

29 November 2021 - 09:23 WIB

MenKopUKM: Pemerintah Akan Lakukan Revitalisasi Koperasi Berbasis Sektor Produksi

28 November 2021 - 10:14 WIB

Koperasi Berbasis Sektor Produksi

Harga Rumah Kota Bogor Stagnan dan Jadi Favorit Pencari Hunian

27 November 2021 - 15:04 WIB

KemenKopUKM Dorong Pembentukan Ekosistem Kondusif Koperasi dan UKM

26 November 2021 - 19:50 WIB

Ekosistem

Live Shopping KemenKopUKM Diharapkan Lahirkan UKM Go Digital

25 November 2021 - 19:22 WIB

Live Shopping

Atasi Kemiskinan Ekstrim dan Mahalnya Harga Barang di Papua, KemenKopUKM Tawarkan Bentuk Koperasi Distribusi

25 November 2021 - 16:27 WIB

Koperasi Distribusi
Trending di Ekonomi

Sorry. No data so far.