Omar Yamaoka, Tokoh Agama dari Negara Matahari Terbit

Menu

Mode Gelap
Wakapolda Jatim : Bripda RB Hamili Novia dan Minta Aborsi Polisi Periksa Polisi Berinisal R Atas Kematian Novia Widyasari Novia Ambil Jurusan Pendidikan Demi Bantu Anak Kurang Mampu JK Apresiasi Sumbangsih Rizal Ramli Bagi Perekonomian Negara Polisi Mabuk Berlagak Koboi, Anak 7 Tahun Kena Peluru Nyasar

Tokoh · 16 Okt 2021 16:31 WIB

Omar Yamaoka, Tokoh Agama dari Negara Matahari Terbit


 Tokoh Agama dari Negara Matahari Terbit.(moslemlifestyle/Bogordaily.net) Perbesar

Tokoh Agama dari Negara Matahari Terbit.(moslemlifestyle/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Masyarakat negara Jepang, pada awalnya kebanyakan menganut agama Shinto dan Buddha.

Agama Islam mulai masuk ke Jepang diperkirakan sekitar zaman Restorasi Meiji pada tahun 1867.

Ditandai dengan masuknya literatur mengenai Islam yang berasal dari China dan Eropa mulai diterjemahkan dan masuk ke Jepang.

Selain itu, Islam masuk ke Jepang lewat perdagangan. Pada saat itu, banyak pedagang muslim yang masuk ke Jepang.

Masuknya Islam ke Jepang dipengaruhi oleh beberapa tokoh agama, salah satunya adalah Mitsutaro Takaoka.

Saat itu Mitsutaro Takaoka yang telah mengganti namanya menjadi Kotaro Yamaoka ketika pergi ke tanah suci.

Beliau tercatat sebagai orang Jepang pertama yang menunaikan rukun Islam kelima yaitu berangkat haji ke tanah suci.

Beliau memeluk agama Islam setelah bertemu dengan penulis asal Rusia, Abdürreşid Ibrahim.

Pertemuan itu, memberikan kesan mendalam. Dari pertemuan itu beliau mulai belajar untuk mendalami dan mencintai Islam.

Hingga kemudian beliau mantap untuk memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Omar Yamaoka.

Sebagai bukti konsistennya terhadap Islam, Omar Yamaoka mendirikan sebuah masjid di Tokyo atas izin Sultan Abdul Hamid II dari kekhalifahan Utsmani.

Sejak saat itu, Omar Yamaoka yang disebut-sebut sebagai petugas intelejen Jepang ini aktif dalam organisasi Islam.

Saat ini, jumlah muslim di Jepang diperkirakan sebanyak 70.000 orang. Sekitar 90%-nya adalah orang asing yang bekerja di Jepang.

Mereka berasal dari Indonesia, Pakistan, Iran, Bangladesh dan negara lainnya. Lalu sisanya 10% adalah orang Jepang asli.***

Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya

JK Apresiasi Sumbangsih Rizal Ramli Bagi Perekonomian Negara

4 Desember 2021 - 10:31 WIB

Rizal Ramli

Ridwan Kamil: Program JFLS Dorong Indonesia Jadi Negara Adidaya 2045

3 Desember 2021 - 16:00 WIB

JFLS

Puan Ajak Parlemen Dunia Hadiri IPU ke-144 di Bali

2 Desember 2021 - 10:43 WIB

Parlemen

Sikapi Statement Ketua KADIN Jabar, Tresna Wijaya Tempuh Jalur Hukum

30 November 2021 - 22:51 WIB

Tresna wijaya

Komisi I DPRD Fajari Aria Kunjungi GOW dan BKAD Kota Bogor

29 November 2021 - 15:15 WIB

Komisi I DPRD

Terpilih Lewat Aklamasi, M Abdul Mukhtar Pimpin Koordinator Pusat BEM RI

28 November 2021 - 07:30 WIB

Pusat Bem
Trending di Tokoh