Presidensi G20, Indonesia Fokus Pemulihan Pertumbuhan Ekonomi

Menu

Mode Gelap
Malang Diguncang Gempa Berkekuatan M 5,3 Niat Jemput Anak, Seorang Ibu Asal Cigudeg Tewas Tertabrak Truk Terputusnya Aliran Listrik PLN, Ini 3 Wilayah yang Terdampak Akibat Hujan Deras dan Angin, Pohon di Perum Taman Griya Tumbang Klarifikasi, Rachel Vennya: Aku Tidak Lakukan Karantina Sama Sekali

Ekonomi · 13 Okt 2021 11:53 WIB

Presidensi G20, Indonesia Fokus Pemulihan Pertumbuhan Ekonomi


 Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Semuel Abrijani Pangerapan.(aktual/Bogordaily.net) Perbesar

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Semuel Abrijani Pangerapan.(aktual/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pemerintah Indonesia dalam Presidensi G20 2022, memfokuskan pada pemulihan pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan berkelanjutan.

“Presidensi G20 Indonesia telah mengumumkan tema besarnya, yakni ‘Recover Together, Recover Stronger’,” kata Dirjen Semuel dalam keterangan resminya, dikutip dari aktual, Rabu (13 Oktober 2021).

“Tujuan kami adalah untuk mengatasi dampak pandemi dan mendapatkan kepercayaan global. Tidak hanya akan pulih, tetapi G20 akan kembali lebih kuat dengan mendukung produktivitas, menciptakan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan inklusif berkelanjutan,” imbuhnya.

Pemerintah Indonesia juga meyakini ekosistem digital penting dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi yang lebih kuat.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menyatakan Indonesia berkomitmen memberdayakan bisnis digital.

Menciptakan masyarakat digital untuk menghasilkan ekosistem digital yang menyeluruh.

“Komitmen G20 dalam mempromosikan ekonomi digital global akan ditingkatkan dengan merangkul potensi startup,” kata Semuel.

“Kita harus mendukung startup yang sedang berkembang dengan menyediakan platform bagi mereka untuk mengembangkan bisnis dan go global,” ujarnya menambahkan.

Menurut Dirjen Semuel, pembangunan ekosistem mencakup pengembangan jaringan yang memungkinkan pelaku inovasi, perusahaan investor teknologi pemula dan pemerintah membangun kemitraan.

“Jaringan Inovasi Digital G20, kelanjutan dari Innovation League G20, hadir untuk mewujudkan upaya tersebut,” tandasnya.

Upaya itu, lanjut dia, juga dilatari pengalaman Indonesia dalam mengembangkan ekosistem ekonomi digital di Tanah Air.

Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang menggunakan media sosial paling aktif di dunia.

Sekitar 39 persen penduduk merupakan pengguna internet di Asia Tenggara.

Sementara pertumbuhan ekonomi internet Indonesia diperkirakan akan mencapai 11 persen year-on-year.

“Sebagai negara yang memiliki 202,6 juta pengguna internet dan 170 juta pengguna aktif media sosial, Indonesia memiliki startup teknologi bernilai miliaran dolar di Asia Tenggara,” kata Semuel.

“Negara peringkat nomor lima dalam jumlah startup tertinggi di dunia. Dengan ekosistem startup yang tumbuh pesat, ekonomi internet Indonesia diprediksi mencapai 124 miliar dolar AS pada tahun 2025,” lanjutnya.

Dirjen Semuel menyatakan, selama pandemi COVID-19, ekonomi internet Indonesia tetap tangguh. Bahkan, dalam menghadapi perlambatan global.

“Selama masa-masa sulit ini, sektor e-commerce tetap menjadi pendorong pertumbuhan utama, meningkat sebesar 11 miliar dolar AS, mengimbangi kontraksi 7 miliar dolar AS di sektor travel,” ujarnya.

Bahkan, dalam 1,5 tahun terakhir Indonesia telah menyambut kehadiran tiga unicorn baru, di mana salah satunya, Ajaib, platform perdagangan saham online Indonesia.

Dirjen Semuel mengatakan, hanya membutuhkan waktu 2,5 tahun untuk mencapai status unicorn.

“Dengan latar belakang tersebut, kami yakin Indonesia dapat berbagi pembelajaran berharga kepada negara-negara G20 lainnya, sekaligus berharap dapat bertukar ilmu dengan negara lain, terutama dari berbagai kawasan,” katanya.***

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Sambut Bulan Inklusi Keuangan, PermataBank Gelar Edukasi Literasi Keuangan bersama Employee Volunteer di 59 Lokasi dalam CERITA

23 Oktober 2021 - 15:50 WIB

PermataBank

MenKopUKM: Kerajinan Batu dan Kayu Fosil Tulungagung Sukses Dilirik Pasar Global

23 Oktober 2021 - 10:48 WIB

Kerajinan

Dikenal Sebagai Destinasi Wisata Religi, KemenKopUKM Dorong Usaha Mikro Kota Pasuruan

22 Oktober 2021 - 20:37 WIB

Religi

Ciptakan Bisnis yang Sehat, MenKopUKM Harap Koperasi-koperasi Kecil Segera Merger

22 Oktober 2021 - 07:58 WIB

MenKopUKM

Dongkrak Kinerja Ekspor, MenKopUKM Lepas Pengiriman Mangga Gresik ke Singapura

21 Oktober 2021 - 17:33 WIB

Mangga

ICCN 2021: Akselerasi Jejaring Kreatif Bangkit Lebih Kuat Pascapandemi

21 Oktober 2021 - 12:01 WIB

ICCN
Trending di Ekonomi