Respon Sejumlah Negara, Terhadap Risiko Peradangan Jantung

Menu

Mode Gelap
Malang Diguncang Gempa Berkekuatan M 5,3 Niat Jemput Anak, Seorang Ibu Asal Cigudeg Tewas Tertabrak Truk Terputusnya Aliran Listrik PLN, Ini 3 Wilayah yang Terdampak Akibat Hujan Deras dan Angin, Pohon di Perum Taman Griya Tumbang Klarifikasi, Rachel Vennya: Aku Tidak Lakukan Karantina Sama Sekali

Internasional · 12 Okt 2021 13:29 WIB

Respon Sejumlah Negara, Terhadap Risiko Peradangan Jantung Vaksin mRNA


 Vaksin Covid-19 (aktual/Bogordaily.net) Perbesar

Vaksin Covid-19 (aktual/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Sejumlah negara telah menunda atau memberikan hanya satu dosis saja vaksin Covid-19 berbasis teknologi mRNA pada remaja.

Setelah adanya laporan kemungkinan efek samping berupa gangguan kardiovaskular yang langka.

Regulator obat Eropa pada Juli mengatakan telah menemukan kaitan yang mungkin antara kondisi peradangan jantung yang sangat langka dan vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech dan Moderna.

Namun, regulator Eropa dan AS serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan manfaat vaksin mRNA dalam mencegah Covid-19 tetap melebihi risikonya.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang diambil sejumlah negara:

<• Inggris

Inggris sudah mulai menawarkan satu dosis pertama vaksin Pfizer/BioNTech pada anak-anak usia 12-15 tahun.

<• Hong Kong

Panel pakar kesehatan yang bekerja untuk pemerintah Hong Kong pada September menyarankan agar anak-anak usia 12-17 tahun.

Hanya diberi satu dosis vaksin BioNTech setelah adanya laporan efek samping peradangan jantung.

<• Norwegia

Norwegia memberikan satu dosis vaksin Pfizer/BioNTech pada anak-anak usia 12-15 tahun.

<• Kanada

Badan Kesehatan Masyarakat Kanada mengatakan data menunjukkan bahwa jumlah kasus langka peradangan jantung yang dilaporkan setelah suntikan vaksin Moderna lebih tinggi daripada vaksin Pfizer/BioNTech.

<• Swedia

Swedia menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna pada kelompok usia muda berdasarkan data penelitian di kawasan Nordik yang hasilnya belum dipublikasikan.

Badan kesehatan Swedia mengatakan akan menangguhkan suntikan vaksin itu pada warga kelahiran 1991 dan setelahnya.

Karena data menunjukkan peningkatan kasus miokarditis dan perikarditis di kalangan remaja dan dewasa muda yang telah divaksin.

<• Finlandia

Finlandia menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna di kelompok usia muda dan akan memberikan vaksin Pfizer pada penduduk laki-laki kelahiran 1991 dan setelahnya.

Mereka juga menawarkan suntikan Pfizer pada warga berusia 12 tahun ke atas.

<• Denmark

Badan Kesehatan Denmark mengatakan pada Jumat pihaknya tetap menawarkan vaksin Moderna pada penduduk berusia di bawah 18 tahun.

Mereka mengatakan pernyataan pada Rabu yang menyebut adanya penundaan vaksinasi merupakan miskomunikasi.***

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Taliban Penggal Atlet Volly Perempuan Afghanistan

23 Oktober 2021 - 10:55 WIB

Muslimah AS Sabet Penghargaan ‘Minnesota Teacher of the Year 2020’

23 Oktober 2021 - 07:45 WIB

Alec Baldwin Tak Sengaja Tembak Crew Hingga Tewas Saat Syuting

22 Oktober 2021 - 15:18 WIB

Alec

Ratu Elizabeth Sudah Kembali ke Istana, Setelah Sempat Dirawat

22 Oktober 2021 - 13:34 WIB

Elizabeth

OMG! Putri Pangeran William dan Kate Middleton Jadi Bocah Terkaya di Dunia

22 Oktober 2021 - 13:23 WIB

Biaya Umrah Bisa Naik 30 Persen, Ada PCR dan Karantina

21 Oktober 2021 - 15:09 WIB

30 persen
Trending di Internasional