Rocky Gerung Cs Buka Posko Pengaduan Penyelewengan Dana Covid-19

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Kamis 8 Desember 2022 Info Gempa Terkini di Indonesia, Rabu 7 Desember 2022 Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, Rabu 7 Desember 2022 Perpanjang SIM Kabupaten Bogor, Berikut Harga dan Lokasinya Usai Depak Korsel, Vinicius Berharap Bisa Menari sampai Final Piala Dunia

Nasional · 30 Okt 2021 11:37 WIB

Rocky Gerung Cs Buka Posko Pengaduan Penyelewengan Dana Covid-19


 Para aktivis saat mendeklarasikan Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia (PMKI), Kamis (28 Oktober 2021).(moslemobsession/Bogordaily.net) Perbesar

Para aktivis saat mendeklarasikan Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia (PMKI), Kamis (28 Oktober 2021).(moslemobsession/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Aktivis Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia (PMKI) yang dimotori oleh Rocky Gerung, Ferry Juliantono, dan Syahganda Nainggolan akan membuka posko pengaduan penyelewengan dana Covid-19 oleh oknum pemerintahan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul keputusan Mahkamah Kontitusi (MK) yang membatalkan kekebalan hukum yang diberikan kepada para pejabat penyelenggara negara.

Sebelumnya berdasarkan Perppu No 1 Tahun 2020 yang kemudian berubah menjadi UU No 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona, para pejabat diberi kekebalan hukum.

Semua penggunaan anggaran untuk penanganan pandemi Covid -19 merupakan bagian dari biaya ekonomi untuk penyelamatan perekonomian,  bukan merupakan kerugian negara.

Bagi pejabat pengambil kebijakan dalam hal penanggulangan krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana.

Dengan catatan apabila dalam hal melaksanakan tugas tersebut didasarkan pada iktikad baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Ketentuan yang  diatur dalam Pasal 27 ayat 1 UU No 2 Tahun 2020 dinilai oleh MK bertentangan dengan prinsip due process of law untuk mendapatkan perlindungan yang sama (equal protection).

Undang-undang ini memberi legitimasi terhadap potensi pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara negara,” ujar Ferry Juliantono dalam perbicangan dengan wartawan senior Hersubeno Arief di kanal Hersubeno Point, FNN Jumat, (29 Oktober 2021).

Ferry menilai UU No 2 Tahun 2021 penuh dengan moral hazard. Karena itu dia mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkannya bila mendapati adanya penyimpangan.

Penetapan tarif PCR yang semula sebesar Rp 900 ribu,  dan kemudian diubah menjadi hanya Rp 275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali dan Rp 300.000 untuk luar Jawa dan Bali.

Menurut hemat Ferry  bisa menjadi indikator adanya permainan dengan memanfaatkan pandemi.

“Kemarin itu uangnya ke mana? Kok bisa sebelumnya ditetapkan Rp 900 ribu, sekarang jadi Rp 275 ribu,” tegas Ferry.

Selain itu masalah vaksin, dan kartu pra kerja juga mengindikasikan  adanya penyimpangan anggaran.

PMKI dideklarasikan bersamaan dengan renungan 93 Tahun Sumpah Pemuda, Kamis 28 Oktober 2021 di Jakarta.

Sejumlah aktivis hadir, mereka antara lain ekonom senior FE UI Faisal Basri, ekonom Anthony Budiawan, ahli hukum tata negara Refly Harun, Said Didu, dan sejumlah tokoh kritis lainnya.***

 
Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Skandal Mayor Paspampres & Kowad Kostrad Terbongkar, Ternyata Prank. Ini Faktanya!

9 Desember 2022 - 19:34 WIB

mayor paspampres dan kowad kostrad

Murni Teguh Hospitals-Elekta Indonesia Teken MoU, Hadirkan Teknologi Canggih Obati Kanker

9 Desember 2022 - 18:29 WIB

Murni Teguh Hospitals-Elektra Indonesia Kerja Teken MoU, Hadirkan Teknologi Canggih Obati Kanker

Loket Kereta Api di Sukabumi Dirusak, KAI: Pelaku Diproses Hukum

9 Desember 2022 - 17:46 WIB

PT NAl Sawahlunto Punya Siapa? Inilah Para Bosnya!

9 Desember 2022 - 17:34 WIB

PT nal sawahlunto

Tambang Batu Bara di Sawahlunto Meledak, 4 Pekerja Tewas. Begini Kronologisnya!

9 Desember 2022 - 17:13 WIB

Tambang Batu Bara Sawahlunto meledak

Waspada Modus Kejahatan! Install Aplikasi Sembarangan, Data Pribadi Bisa Dicuri

9 Desember 2022 - 16:51 WIB

Trending di Nasional