Ada Varian Baru Covid-19 Lebih Ganas Dari Delta, WHO Gelar Rapat Darurat

Menu

Mode Gelap
Rincian Harga Emas di Pegadaian Senin, 26 September 2022 Cepat dan Mudah, Berikut Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor Hari Ini Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 1.411 Pasien 5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

Kesehatan · 26 Nov 2021 09:51 WIB

Ada Varian Baru Covid-19 Lebih Ganas Dari Delta, WHO Gelar Rapat Darurat


 WHO: Remaja Yang Sehat Tidak Perlu diberikan Vaksin Booster. (net/Bogordaily.net)  Perbesar

WHO: Remaja Yang Sehat Tidak Perlu diberikan Vaksin Booster. (net/Bogordaily.net)

Bogordaily.netOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggelar rapat darurat pada Jumat 26 November 2021 ini. Dalam rapat itu WHO akan membahas tentang munculnya varian baru covid-19 di Afrika Selatan dan Bostwana yang diduga lebih cepat menular dibanding varian delta.

Afrika Selatan memang tengah mengalami lonjakan kasus covid-19. Pada 16 November lalu, Afrika Selatan mendapati 273 kasus baru covid-19, tapi pada 24 November lalu ditemukan 1.275 kasus baru covid-19. Demikian pun dengan angka kematian, pada 14 November tidak ada kematian baru akibat covid-19 di Afrika Selatan, tetapi pada 24 November ada 22 kematian baru akibat covid-19. Bahkan pada 23 November ada 51 orang meninggal akibat covid-19.

Direktur Centre of Epidemic Response and Innovation Afrika Selatan, Tulio de Oliveira mengatakan kepada Financial Times, ia khawatir dengan perkembangan terbaru ini. Ia menduga, 90 persen kasus di Gauteng disebabkan oleh varian baru tersebut. Sebagai informasi, Gauteng adalah provinsi di Afrika Selatan yang juga mencakup ibu kota Johannesburg.

Dia pun telah mendiskusikan hal ini dengan petinggi WHO, dan WHO merespon informasi dari de Oliveira dengan mengagendakan rapat darurat.

“Pertanyaan kunci yang harus dijawab adalah, apa tepatnya dampak dari varian ini terhadap vaksin?” kata dia dikutip dari Financial Times.

Kepala peneliti WHO Soumya Swaminathan pun buka suara atas varian baru covid-19 ini. Ia mengatakan varian Afrika Selatan ini memiliki jumlah mutasi yang mengkhawatirkan pada spike protein-nya.

Namun, WHO baru akan memutuskan sikapnya terhadap varian ini pada rapat darurat hari ini. Nanti akan diputuskan apakah varian ini dikategorikan “variant of interest” atau “variant of concern”.

Ada sejumlah aspek yang akan diteliti untuk kategorisasi itu, antara lain apakah varian baru meningkatkan penularan? Apakah varian baru meningkatkan derajat keparahan bagi penderitanya? Apakah varian baru menyebabkan penurunan efektivitas terapi yang dilakukan selama ini? Apakah varian baru dapat didiagnosis dengan metode yang digunakan saat ini (PCR dan antigen)? Apakah varian baru menurunkan efikasi vaksin?

Jika sebuah varian baru menimbulkan dampak tidak baik pada penyakit ini, dan telah menyebar dalam komunitas luas secara signifikan, maka ia dikategorikan sebagai variant of interest. Namun, jika sebuah varian memenuhi dua kriteria itu ditambah peningkatan penularan dan virulensi maka ia dikategorikan sebagai variant of concern.

“Analisis terkini menunjukkan varian ini memiliki jumlah mutasi yang besar sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut,” kata Swaminathan

Artikel ini telah dibaca 34 kali

 
Baca Lainnya

Tertawa Ternyata Menyehatkan! Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan

26 September 2022 - 11:56 WIB

Wajib Tau, Ini 4 Makanan yang Bisa Turunkan Kolesterol

26 September 2022 - 10:42 WIB

makanan turunkan kolesterol

5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

26 September 2022 - 05:53 WIB

Penyakit Musim Hujan

Cara Mengatasi Nyeri Haid dengan Cepat Pakai Bahan Alami, Ampuh Banget

25 September 2022 - 20:22 WIB

cara mengatasi nyeri haid

Baik untuk Kesehatan, Inilah 5 Manfaat Tidur Tanpa Menggunakan Bra

25 September 2022 - 20:12 WIB

manfaat tidur tanpa bra

Penyakit DBD Meningkat, Kemenkes Minta Masyarakat Lebih Waspada

25 September 2022 - 19:03 WIB

Waspada DBD
Trending di Kesehatan