AMSI Jabar Minta Media Massa Bijak Membuat Berita dari Akun Pribadi

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Nasional ยท 23 Nov 2021 21:47 WIB

AMSI Jabar Minta Media Massa Bijak Membuat Berita dari Akun Pribadi


 Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat Minta Media Massa Bijak Membuat Berita Bersumber Akun Pribadi. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat Minta Media Massa Bijak Membuat Berita Bersumber Akun Pribadi. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Maraknya pemberitaan yang dibuat media massa siber yang bersumber dari akun pribadi media sosial, mendapatkan perhatian serius AMSI Jawa Barat (Jabar).

Salah satu yang terbaru kisah Dedi Mulyadi dan Yudha Mahasiswa, pada konten akun pribadi medsos Dedi Mulyadi.

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat melihat ada ‘kecelakaan’ pada kaidah dan prinsip jurnalistik yang dilakukan beberapa media massa siber, dalam membuat pemberitaan atas konten tersebut.

AMSI Jabar melihat Kecelakaan pada kaidah dan prinsip jurnalistik itu terjadi karena media massa mengejar produksi berita yang bergantung pada tren kata kunci yang sedang viral. Namun mengabaikan keberimbangan. Luput proses konfirmasi, akurasi, dan verifikasi.

“Terlepas soal polemik yang terjadi dalam konten pribadi Dedi Mulyadi, AMSI menyayangkan media massa latah mengikuti framing dalam konten pribadi tersebut. Mengabaikan konfirmasi dan verifikasi,” kata Riana A. Wangsadiredja, Ketua AMSI Jawa Barat.

Dengan sekedar ingin mengejar trending topic untuk meraih traffic pembaca, media massa tersebut mengabaikan konfirmasi dan keakurasian data.

Pada konten Dedi Mulyadi terkait Yudha itu misalnya, ada media massa memberitakan bahwa Yudha meminta maaf kepada Dedi Mulyadi. Sumbernya hanya menyadur dari akun medsos FB yang dikira milik Yudha.

Lalu, ada video reportase atas konten tersebut dari media massa siber dengan memberikan judul subjektif cenderung sarkasme terhadap Yudha.

“Media massa punya fungsi kontrol sosial, bukan memperkeruh situasi sosial. Juga media massa punya tugas moral membentuk karaktek yang luhur bagi bangsa,” lanjut Riana Wangsadiredja.

Riana berharap media massa khususnya siber atau online, terus belajar memperkuat kaidah jurnalistik. Dimana Dewan Pers sudah menyusun pedoman pemberitaan media siber, salah satunya membahas soal verifikasi dan keberimbangan berita.

“Dimana ditegaskan bahwa pada prinsipnya setiap berita harus melalui verifikasi. Dan berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan,” ungkap Riana.

Ia menegaskan, boleh saja media siber berlomba di kata kunci tapi tidak harus melupakan prinsip dari dari jurnalistik itu sendiri, yaitu verifikasi dan keberimbangan berita.

“Media massa jangan terjebak framing yang ada dalam konten pribadi media sosial. Media massa harus bijak dan seimbang dalam menyuguhkan informasi,” tutupnya.***

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Cuma Gara-Gara Rokok, Kopassus-Brimob Bentrok di Mimika

29 November 2021 - 12:05 WIB

Guntur Subagja: 4 Hal Agar Media Online Jadi Pemenang Lawan Media Sosial

29 November 2021 - 09:34 WIB

Cegah Varian Baru Covid, Sufmi Dasco Nilai Perlu Pembatasan Perjalanan dari Afrika Selatan

28 November 2021 - 12:43 WIB

afrika selatan

Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil

28 November 2021 - 09:16 WIB

3 mobil

Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat

27 November 2021 - 18:01 WIB

Dua Pria Ditembak Orang Tak Dikenal di Bintaro

27 November 2021 - 17:49 WIB

Dua Pria
Trending di Nasional