Ikuti Tren "Add Yours" di Instagram, Waspada Jadi Korban Penipuan

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Viral · 24 Nov 2021 16:00 WIB

Ikuti Tren “Add Yours” di Instagram, Waspada Jadi Korban Penipuan


 Fitur Perbesar

Fitur "Add Yours" di Instagram. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Tren ‘Add Yours’ di Instagram berujung petaka ketika seseorang tidak berhati-hati ketika menggunakannya. Viral kisah pengguna ‘Add Yours’ menjadi korban penipuan

Media sosial kini sedang ramai dengan tren ‘Add Yours’ yang dirilis Instagram pada 2 November 2021 lalu. Tren ini akhirnya memakan korban ketika pengguna terjebak memberikan data pribadinya di Instagram Story.

Padahal jika data-data yang bersifat pribadi bisa jadi disalahgunakan untuk kejahatan dan resiko lainnya. Sangat disayangkan, karena pasti bukan itu tujuan awal Instagram meluncurkan fitur ini.

Add Yours dibayangkan Instagram sebagai cara baru untuk membuat user generated content (UGC) yang bisa viral dan menguntungkan semua pengguna.

Pengguna bisa menunjukkan sesuatu di IG Story, lalu dia bisa meminta pengguna lainnya untuk menunjukkan hal yang sama.

Di Indonesia, hal itu akhirnya menjadi masalah ketika pertanyaan pada stiker Add Yours adalah data pribadi pengguna. Sebuah tweet dari @ditamoechtar_ viral karena membagikan pengalaman temannya yang jadi korban penipuan.

Teman dari @ditamoechtar_ sedang mengikuti tren ini dan dengan tidak sengaja membagikan nama panggilan pribadi yang hanya diketahui orang-orang terdekat.

Akibatnya korban percaya untuk mengirimkan uang ketika penipu menyapa dengan nama kecilnya.

Di Twitter, kemudian banyak screenshoot foto Add Yours yang menanyakan data-data pribadi terkait perbankan. Hal inilah yang kemudian berbahaya karena sikap netizen yang FOMO, alias latah tidak mau ketinggalan tren.

Ketua Divisi Akses Atas Informasi SAFEnet, Unggul Sagena, mengatakan para pengguna harus tetap memastikan keamanan data pribadi mereka. Jangan memposting data pribadi, apalagi sekadar ikutan tren.

“Yang berbahaya memang dari konten yang dicreate pengguna. Untuk itu, selalu pastikan konten tidak bersifat pribadi dapat dikonsumsi publik (dilihat, dilibatkan, dan sebagainya),” kata dia.

Selain itu, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengingatkan agar para pengguna internet harus lebih teliti dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

“Harus hati-hati dan waspada. Cek lagi jangan mudah ikut-ikutan tren. Harus paham mana yang bisa dishare dan yang tidak,” kata Heru.***

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Viral! Gunakan Kembang Api di Pesta Pernikahan Berujung Petaka

28 November 2021 - 08:51 WIB

kembang api

Sempat Dibayar dengan Buah-buahan, Dokter Ini Buka Praktek Pasang Tarif Seikhlasnya

27 November 2021 - 16:56 WIB

Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

27 November 2021 - 15:26 WIB

Video Mesum

Viral, Ada Squid Game Versi Nyata Berhadiah Rp 6,5 M

26 November 2021 - 15:57 WIB

Squid game versi nyata

Pemotor Biang Kerok Perkelahian TNI vs Polantas, Ternyata Melanggar Lalu Lintas

25 November 2021 - 13:42 WIB

Digigit Anjing, Model Cantik ini Kehilangan Bibir Bagian Atas

25 November 2021 - 13:14 WIB

Digigit Anjing
Trending di Viral