Ini Ringkasan Lengkap Kebijakan PPKM Level 3 Saat Nataru

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Kesehatan · 24 Nov 2021 12:28 WIB

Ini Ringkasan Lengkap Kebijakan PPKM Level 3 Saat Nataru


 Ini Ringkasan Lengkap Kebijakan PPKM Level 3 Saat Nataru Perbesar

Bogordaily.net – Pemerintah akan menerapkan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor dan Kabupaten Bogor mulai 24 Desember 2021-2 Januari 2022. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 akibat peningkatan mobilitas selama masa libur natal dan tahun baru (nataru).

Sebagai rincian dari kebijakan ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Mendagri Nomor 62 tahun 2021 tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Pada Saat Natal Tahun 2021 Dan Tahun Baru Tahun 2022 pada 22 November 2021 lalu.

Instruksi itu sendiri dikeluarkan untuk gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia.

Berikut kami rangkum pembatasan sosial yang diberlakukan selama Nataru.

Cuti

1. Pelarangan cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan karyawan swasta selama periode libur Nataru;

2. Himbauan kepada pekerja/buruh untuk menunda pengambilan cuti setelah periode libur Nataru

Sekolah

Mengimbau sekolah untuk :

1. pembagian rapot semester 1 (satu) pada bulan Januari 2022

2. tidak meliburkan secara khusus pada periode libur Nataru,

Sosial-Masyarakat

1. melakukan pemberlakukan PPKM Level 3 (tiga) pada acara pernikahan dan acara sejenisnya;

2. meniadakan kegiatan seni budaya dan olahraga pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022;

3. Menutup semua alun-alun pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 1 Januari 2022;

4. Melakukan rekayasa dan antisipasi aktivitas pedagang kaki lima di pusat keramaian agar tetap dapat menjaga jarak antar pedagang dan pembeli;

Perjalanan Ke Luar Kota

1. Mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi;

2. Melakukan tes PCR atau Rapid tes dengan menyesuaikan pengaturan moda transportasi yang digunakan pada saat pergi keluar daerah dan masuk/pulang dari luar daerah, hal ini untuk memastikan pelaku perjalanan negatif COVID-19; dan

3. Dalam hal ditemukan pelaku perjalanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 (dua) yang positif COVID-19, maka melakukan karantina mandiri atau karantina pada tempat yang telah disiapkan Pemerintah untuk mencegah adanya penularan dengan waktu karantina sesuai prosedur kesehatan,

Perayaan Natal

1. Gereja membentuk Satuan Tugas Protokol Kesehatan Penanganan COVID-19 yang berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah.

2. Pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga;

3. Pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal diselenggarakan secara hybrid, yaitu secara berjamaah/kolektif di gereja dan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja

4. Jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan lbadah dan Perayaan Natal secara berjamaah/kolektif tidak melebihi 50% (lima puluh persen) dari kapasitas total gereja,

5. Pada penyelenggaraan ibadah dan perayaan Natal, pengurus dan pengelola gereja berkewajiban untuk:

  • menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area gereja;
  • melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area gereja;
  • menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari gereja serta hanya yang berkategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk;
  • mengatur arus mobilitas jemaat dan pintu masuk (entrance) dan pintu keluar (exit) gereja guna memudahkan penerapan dan
    pengawasan protokol kesehatan;
  • menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar gereja;
  • menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna gereja; menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 (satu) meter; dan
  • melakukan pengaturan jumlah jemaat/umat/pengguna gereja yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak.

Perayaan Tahun Baru di Mall

1. perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin tinggal di rumah berkumpul bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masingmasing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan, sambil melakukan antisipasi menyiapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG);

2. melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan;

3. menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari mall/pusat perbelanjaan serta hanya
pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk;

4. meniadakan event perayaan Nataru di Pusat Perbelanjaan dan Mall, kecuali pameran UMKM;

5. melakukan perpanjangan jam operasional Pusat Perbelanjaan dan Mall yang semula 10.00 – 21.00 waktu setempat menjadi 09.00 – 22.00 waktu setempat untuk mencegah kerumunan pada jam tertentu dan melakukan pembatasan dengan jumlah pengunjung tidak melebihi 50% (lima puluh persen) dari kapasitas total Pusat Perbelanjaan dan Mall serta penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat;

6. bioskop dapat dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dengan penerapan protokol kesehatan yang
lebih ketat; dan

7. kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan/mall dapat dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% (lima
puluh persen) dengan penerapan protokol Kesehatan yang lebih ketat.

Tempat Wisata

1. meningkatkan kewaspadaan sesuai pengaturan PPKM level 3 (tiga) khusus untuk daerah-daerah sebagai destinasi pariwisata favorit, antara lain: Bali, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Medan, dan lain-lain;

2. mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan di setiap kabupaten/kota agar memiliki protokol kesehatan yang baik;

3. menerapkan pengaturan ganjil genap untuk mengatur kunjungan ke tempat-tempat wisata prioritas;

4. tetap menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan);

5. menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari tempat wisata serta hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk;

6. memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak;

7. membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50% (lima puluh persen) dari kapasitas total;

8. melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka/tertutup;

9. mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif

10. membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi baik keagamaan maupun non-keagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi COVID-19.

Unduh Inmendagri 62 tahun 2021 di sini 

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Antisipasi Varian Omicron, Warga 8 Negara Ini Dilarang Masuk Indonesia

29 November 2021 - 11:39 WIB

Cek Jadwal Praktik Poliklinik Urologi RSOP Ciamis

28 November 2021 - 15:35 WIB

urologi

Ini Alasan Orang Tua Sering Kehilangan Nafsu Makan

28 November 2021 - 11:26 WIB

nafsu makan

Kapolri dan Bupati Ade Yasin Tinjau Vaksinasi Serentak Indonesia

27 November 2021 - 16:02 WIB

Kapolri dan Bupati Ade Yasin Tinjau Vaksinasi Serentak Indonesia

Percepat Vaksinasi, Polresta Bogor Kota Gelar Vaksinasi di Puskesmas Kedung Badak

27 November 2021 - 15:35 WIB

Percepatan Vaksinasi, Polresta Bogor Kota Lakukan Vaksinasi Serentak Indonesia di Puskesmas Kedung Badak

Muncul Varian Baru, Negara di Dunia Ramai-ramai Melarang Warganya ke Afrika

27 November 2021 - 14:45 WIB

Trending di Kesehatan

Sorry. No data so far.