Kota Bogor Sudah Siap Gelar Kongres JKPI ke V

Menu

Mode Gelap
DLH Kabupaten Bogor Kantongi Nama Perusahaan yang Cemari Situ Citongtut Lakukan Penataan Kemacetan, Ade Yasin Perintahkan Jajarannya Terjun Langsung Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan Satu Siswa Positif Covid-19, SMPN 1 Cibinong Hentikan PTM Imbas Ricuh Mapolda, Ketum LSM GMBI Dibekuk Polda!

Advetorial · 29 Nov 2021 14:21 WIB

Kota Bogor Sudah Siap Gelar Kongres JKPI ke V


 Kota Bogor siap selenggarakan Kongres JKPI Ke-5 pada 2-5 Desember 2021 (Istimewa/bogordaily.net) Perbesar

Kota Bogor siap selenggarakan Kongres JKPI Ke-5 pada 2-5 Desember 2021 (Istimewa/bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kota Bogor sudah siap menyambut para tamu delegasi Kongres ke V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang akan digelar 2-5 Desember 2021 mendatang. Kongres rencananya akan diikuti peserta dari 72 kota kabupaten di Indonesia.

“Persiapannya sudah dilakukan jauh-jauh hari sesuai standar baku acara JKPI, baik kongres maupun rakornas dan seminar,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Atep Budiman.

Menurutnya, saat ini panitia yang dipimpin Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor Dody Ahdiat masih terus mematangkan persiapan rangkaian acara, termasuk beberapa venue dan detail acara kongres.

Agenda utama kongres adalah memilih dewan presidium dan pengurus untuk masa bakti 2022-2024. Disusul kemudian rapat kerja nasional (rakernas) yang diikuti presidium terpilih dengan para anggota, pengurus, dan dewan eksekutif.

“Mereka akan merumuskan program-program JKPI selanjutnya, termasuk persiapan rakernas berikutnya di Kota Pelembang,” lanjut Atep.

Namun sebelum itu, delegasi peserta yang datang akan disambut Wali Kota Bogor di Balai Kota dan malamnya digelar welcoming dinner  di Bogor Creative Center (BCC). Selain kongres sebagai agenda utama, juga akan digelar berbagai aktivitas lain, diantaranya seminar, pagelaran kesenian, pameran dan city tour mengunjungi beberapa situs sejarah Kota Bogor.

Pada kongres itu, JKPI juga me-launching Ibu Kota Kebudayaan. Di samping itu ada enam kabupaten/kota yang dinobatkan memiliki karakter kota pusaka. Juga ada agenda penyerahan penghargaan kepada penggagas JKPI, di antaranya Presiden RI Joko Widodo dan Tri Rismaharini.

Kongres juga akan dihadiri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno dan sejumlah gubernur.

Gelaran Kongres JKPI disambut baik Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay. Ia menilai acara besar ini memberikan angin segar bagi dunia usaha Ia bersyukur dengan adanya event Kongres ke-V JKPI di Kota Bogor.

“Ini titik awal, mungkin pertama kalinya lagi pasca pandemi. Saya yakin nanti okupansi atau pemesanan hotel akan sangat tinggi sekali,” katanya.

Untuk saat ini pemesanan kamar di sejumlah hotel menurutnya sudah sangat tinggi. Momen akhir tahun memang selalu mendongkrak pemesanan hotel. Yuno tidak bisa memastikan, apakah pemesanan awal Desember didominasi oleh peserta JKPI ataupun tidak.

“Intinya, pemesanan kamar pada tanggal tersebut sudah penuh,” lanjutnya.

Bukan hanya kamar hotel, sejumlah restoran pun ia perkirakan akan mengalami dampak yang signifikan dari perhelatan Kongres JKPI itu. Mulai dari pusat oleh oleh hingga kuliner kuliner khas Kota Bogor. Yuno optimis, karenanya perekonomian bisa  mengalami kenaikan.

“Anggota-anggota kami standby di tempat usahanya, karena para peserta pasti akan eksplore Kota Bogor,” lanjutnya.

Pengamat lanskap sejarah dan budaya Dr Nurhayati menilai, penetapan Kota Bogor sebagai kota pusaka memang sudah sewajarnya. “Karena sejarah Kota Bogor cukup panjang. Periode-periode itu punya banyak peninggalan seperti mozaik. Keunikan-keunikan itu masih bisa terlihat dan terasa sampai sekarang,” paparnya.  Dosen IPB University ini menyebut menyebut Hutan Samida peninggalan Pajajaran yang kini menjadi kawasan Kebun Raya.

Ia pun menilai Kota Bogor memiliki kekentalan peninggalan heritage masa lalu yang masih ada dan bisa dirasakan, karenanya perlu dijaga dengan baik. Tak cukup hanya melalui Perda mengenai cagar budaya, tetapi juga perlu dukungan partisipasi aktif dari masyarakat di sekitarnya. Sebagai Kota Pusaka golongan A, pelestarian cagar budaya sudah cukup baik.

“Tinggal memoles manajemennya, kemudian memberdayakan masyarakat,” tambahnya.

Penyelenggaraan Kongres JKPI ke V di Kota Bogor diharapkan bisa membangun awareness warga Kota Bogor tentang keberadaan pusaka warisan budaya Kota Bogor. Dengan itu diharap pula warga bersemangat untuk bereperan aktif melestarikannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Awal Tahun, Kantah Kota Depok Gelar Rapat Penetapan Lokasi dan Panitia PTSL 2022

3 Januari 2022 - 19:48 WIB

Panitia PTSL 2022

Plt. Camat Lumbis Pansiangan: Ini Sejarah Kata Sisingal

31 Desember 2021 - 12:12 WIB

Camat Lumbis Pansiangan

Kakantah Depok Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Perkara Kejari Depok

30 Desember 2021 - 13:20 WIB

Barang Bukti Perkara Kejari Depok

Akselerasi Utilisasi Sektor Digital, Menteri Johnny: Kominfo Targetkan Infrastruktur TIK Tuntas 2024

29 Desember 2021 - 13:43 WIB

Johnny

Wajah Baru, Kantah Kota Depok Usung Tema “Universal Coworking Space”

27 Desember 2021 - 15:04 WIB

Universal Coworking Space

Sepanjang 2021, PLN Rampungkan 50 Proyek Tegangan Tinggi di Jawa Bagian Barat

24 Desember 2021 - 15:29 WIB

50 proyek
Trending di Advetorial