Novia Ambil Jurusan Pendidikan Demi Bantu Anak Kurang Mampu

Menu

Mode Gelap
DLH Kabupaten Bogor Kantongi Nama Perusahaan yang Cemari Situ Citongtut Lakukan Penataan Kemacetan, Ade Yasin Perintahkan Jajarannya Terjun Langsung Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan Satu Siswa Positif Covid-19, SMPN 1 Cibinong Hentikan PTM Imbas Ricuh Mapolda, Ketum LSM GMBI Dibekuk Polda!

Nasional ยท 4 Des 2021 12:57 WIB

Novia Ambil Jurusan Pendidikan Demi Bantu Anak Kurang Mampu


 Novia Widyasari Rahayu (Quora/Bogordaily.net) Perbesar

Novia Widyasari Rahayu (Quora/Bogordaily.net)

Bogordaily.netNovia Widyasari Rahayu (23) ditemukan meninggal dunia di makam ayahnya pada Kamis 2 Desember 2021. Diduga ia meninggal karena bunuh diri setelah diperkosa sekaligus dipaksa aborsi oleh kekasihnya.

Setahun sebelum kejadian ini, mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Brawijaya itu pernah membagikan alasannya mau berkuliah di jurusan pendidikan di Quora. Ia mengaku, mengambil jurusan itu demi membantu pendidikan agar kelak bisa membantu anak-anak kurang mampu dalam mengenyam pendidikan.

“Ya, saya ingin mengubahnya. Saya tidak ingin mengubah dunia, tapi setidaknya saya ingin mengubah dunia mereka,” tulis Novia lewat akun Quoranya.

Novia menceritakan, ia berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan akuntansi. Pada masa sekolah, ia pernah melihat temannya yang dikeluarkan dari kelas saat ujian dan dimarahi di depan kelas hanya karena temannya itu belum membayar SPP.

Dia juga pernah melihat temannya yang dianggap nakal dipermalukan di depan kelas, atau temannya yang lain yang dihukum karena gagal dalam satu mata pelajaran.

Menurutnya anak yang “tengil” tidak pantas dikeluarkan dari kelas. Menurutnya wajar saja anak remaja bersikap nakal karena mereka masih minim empati. Mengeluarkan mereka dari kelas tak akan memberikan dampak apapun.

“Seorang anak yang tidak bertanggung jawab dengan uang SPP, uang buku, lalu ia dikeluarkan dari kelas. Apakah itu adil? Bukankah itu akan menyakiti perasaan mereka? Lalu beberapa yang lain menjauhi yang tidak mampu membeli buku karena keterbatasan ekonomi. Saya selalu sedih ketika melihat ada teman saya yang seperti itu,” kata Novia.

Dia berjanji pada dirinya sendiri, jika kelak ia menjadi guru ia akan memutus praktik penghukuman seperti itu. Sebaliknya, terhadap siswa yang gagal di mata pelajarannya, ia akan memberikan pengajaran privat secara cuma-cuma sembari memberi siswa itu es krim.

“Saya ingin dekat dengan siswa saya nanti apabila Allah mengizinkan saya untuk menunaikan apa yang saya cita-citakan. Saya tidak akan pernah memarahi mereka dan menunjukkan muka tidak enak,” kata Novia.

Janjinya itu ia buktikan bukan hanya omong kosong belaka. Saat menjalani kuliah, ia mengaku sudah membuka les privat dengan bayaran Rp30 ribu-Rp50 ribu per sesi. Dia juga kerap memberi Snack kepada anak muridnya agar mereka nyaman saat belajar.

Bagi anak muridnya yang mendapat nilai di bawah standar, ia akan memberikan les tambahan secara cuma-cuma.

“Semuanya terdengar klise sekali, tapi beginilah alasan saya,” kata dia “Bukan tidak butuh uang, namun hidup saya sudah cukup dan semoga Allah akan terus mencukupi hidup saya bersama apa yang saya cita-citakan,” tutup Novia Widyasari Rahayu di post Quora.

Artikel ini telah dibaca 4.423 kali

Baca Lainnya

Ohhh.. Ternyata ini Alasan Kenapa Wajib Berbagai Angpao Saat Imlek

29 Januari 2022 - 01:04 WIB

Imlek

Soal Korupsi Rp50 Juta Tak Dipenjara, Begini Alasan Kejagung

28 Januari 2022 - 23:13 WIB

Dalam Sebulan, Jawa Digoyang 4 Kali Gempa, Terkini 5,3 Magnitudo Guncang Pangandaran

28 Januari 2022 - 22:41 WIB

Sebulan

Asyik! Pensiunan PNS Bisa Dapat Rp1 Miliar

28 Januari 2022 - 20:18 WIB

Public Relations Awards 2022: Sinar Mas Land Raih Penghargaan

28 Januari 2022 - 18:17 WIB

Sinar Mas

Gunakan Kemasan Makanan Ramah Lingkungan, KAI Turut Hijaukan Indonesia

28 Januari 2022 - 17:32 WIB

Ramah lingkungan
Trending di Nasional