Friday, 24 May 2024
HomeNasionalKetum PP Muhammadiyah: Buzzer Menjadi Salah Satu Musuh Terbesar Pers Saat Ini

Ketum PP Muhammadiyah: Buzzer Menjadi Salah Satu Musuh Terbesar Pers Saat Ini

Bogordaily.net – Masih dalam suasana peringatan Hari Nasional, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebutkan bahwa buzzer yang tidak betanggung jawab merupakan musuh terbesar saati in.

“Dalam usaha mencerdaskan bangsa, fungsi yaitu media cetak, televisi, radio, dan kini media online niscaya menjadi pranata sosial yang mengedukasi elite dan warga bangsa agar menjadi insan yang berpikir jernih, objektif, moderat, cerdas, beretika, dan berdaya kritis,” kata Haedar seperti keterangan tertulis di situs Muhammadiyah yang dikutip bogordaily.net, pada Jumat, 11 Februari 2022.

Haedar menjelaskan bertanggung jawab atas informasi yang disuarakan kepada publik, baik secara objektif maupun profesional. Dia berharap tidak masuk dalam pusaran kepentingan politik.

Indonesia bersama-sama komponen bangsa dituntut hadir menegakkan kebenaran, keadilan, kedamaian, persatuan, dan kemajuan bagi bangsa dan negara. Seraya menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat meresahkan, memecah persatuan, dan konflik antarkomponen bangsa. Fungsi integrasi sosial sangat diharapkan dari Indonesia saat ini,” imbuh Haedar.

Haedar lantas menyebut, musuh terbesar dunia saat ini, khususnya online lewat jalur media sosial, adalah para buzzer yang tidak bertanggungjawab pada kebangsaan yang cerdas dan berkeadaban mulia.

Haedar mengatakan jangan sampai kehidupan berbangsa dan bernegara tidak terbawa pada suasana yang kontroversial menjurus ke konflik sosial antarsesama anak bangsa.

Indonesia secara khusus dalam dinamika politik kebangsaan saat ini penting menjalankan fungsi checks and balances sebagaimana menjadi DNA media massa sepanjang sejarah di negeri manapun,” tegas Haedar.

Selain itu, Haedar juga berpesan agar jangan sampai Indonesia timpang tanpa fungsi kritis pers yang konstruktif. Pers diharapkan lebih kritis demi masa depan Indonesia yang demokratis dan berkemajuan.

“Pers dituntut proaktif mengakselerasi dinamika kehidupan kebangsaan agar Indonesia menjadi negara maju di era dunia modern abad ke-21,” ujar Haedar.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here