Saturday, 5 April 2025
HomeNasionalEmosi Depan Menteri dan Kepala Daerah Gara-Gara Impor, Jokowi: Jangan Tepuk Tangan!

Emosi Depan Menteri dan Kepala Daerah Gara-Gara Impor, Jokowi: Jangan Tepuk Tangan!

Bogordaily.net  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluapkan emosinya lantaran melihat kegiatan lebih tinggi ketimbang ekspor. Menurut Jokowi, kalau terus-terusan melakukan malah memberikan pekerjaan ke negara lain.

Jokowi tidak bisa menahan amarahnya saat memberikan pengarahan kepada menteri Kabinet Indonesia Maju, kepala lembaga, kepala daerah se-Indonesia dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang aksi afirmasi bangga buatan Indonesia di Bali, Jumat, 25 Maret 2022.

Jokowi mengaku mengetahui secara detail pengadaan barang dan jasa pemerintahan yang lebih banyak dilakukan secara . Padahal, ia melihat anggaran pengadaan barang dan jasa untuk pemerintah pusat itu mencapai Rp526 triliun. Pemerintah daerah juga malah lebih tinggi yakni Rp535 triliun.

“Enggak usah cari ke mana-mana, tidak usah cari investor, kita diem saja tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UKM-UKM kita, kok enggak kita lakukan,” kata Jokowi dikutip dari Suara.com.

“Bodoh sekali kita kalau tidak melakukan ini,” lanjutnya.

Jokowi kemudian mempertanyakan apakah anak buahnya akan terus-terusan membeli barang-barang untuk pengadaan jasa dan barang. Kalau terus-terusan membeli barang , Jokowi menyebut uangnya untuk membuka pekerjaan di luar negeri.

Padahal yang ia harapkan anggaran pengadaan barang dan jasa itu dimanfaatkan di dalam negeri sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan.

Setelah Jokowi berhenti berbicara, peserta pengarahan yang terdiri dari menteri, kepala daerah, kepala lembaga dan BUMN bertepuk tangan. Namun, Jokowi meminta untuk tidak tepuk tangan.

“Jangan tepuk tangan, karena kita belum melakukan. Kalau kita melakukan dan Rp400 triliun lebih itu. betul-betul semua mengerjakan silakan semua tepuk tangan,” ujar Jokowi.

Untuk itu, Jokowi mengancam akan menyebutkan kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah yang masih lebih memilih untuk membeli barang-barang .

“Yang tepuk tangan nanti kalau barang-barangnya tidak masuk e-katalog, target tidak tercapai saya umumin, nanti. Setuju tidak? Umumkan saja deh, kita ini harus terbuka apa adanya,” kata Jokowi dalam acara “Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia” yang juga dihadiri oleh para menteri kabinet Indonesia Maju serta para gubernur di Indonesia.

E-Katalog yang dimaksud Jokowi adalah aplikasi belanja online yang disediakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP) untuk menyediakan berbagai macam produk yang dibutuhkan oleh pemerintah.

Jokowi heran berbagai produk yang bisa dihasilkan di dalam negeri tetapi tidak dibeli oleh kementerian, pemda dan BUMN, malah lebih memilih produk-produk . Produk-produk tersebut antara lain CCTV, alat kesehatan, seragam, sepatu hingga onderdil untuk traktor pertanian.

“Coba CCTV beli , di dalam negeri ada yang bisa produksi. Apa-apaan ini, dipikir kita bukan negara yang maju? Buat CCTV saja beli . Seragam dan sepatu tentara dan polisi beli dari luar! Kita ini produksi di mana-mana bisa jangan diterus-teruskan. Alat kesehatan, Pak Menteri Kesehatan, tempat tidur untuk rumah sakit, produksi saya lihat di Yogya, Bekasi, Tangerang ada tapi beli impor,” ungkap sang presiden yang mengaku sudah jengkel dengan kebiasaan impor barang tersebut.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here