Pemecatan Terawan di Muktamar IDI Tidak Sah

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Nasional · 28 Mar 2022 14:07 WIB

Waka DPR ‌RI Klaim Pemecatan Terawan di Muktamar IDI Tidak Sah


  dr Terawan. (PR Tasikmalaya/bogordaily.net) Perbesar

 dr Terawan. (PR Tasikmalaya/bogordaily.net)

Bogordaily.net – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta polisi turun tangan terkait pemecatan mantan Menteri Kesehatan dr Terawan dalam Muktamar ke-31 IDI. Dasco menilai muktamar itu tidak sah dan membuat kegaduhan.

‌”Polisi diminta turun tangan karena pada saat muktamar itu ada oknum IDI yang membuat kegaduhan dengan membacakan surat dari majelis etik, karena itu forum yang tidak sah,” kata Dasco, dikutip dari Detik, Senin 28 Maret 2022.

‌Dasco mengatakan, pada saat muktamar, mereka yang membacakan keputusan majelis tidak sah karena sudah demisioner. Sedangkan kepengurusan PB IDI yang baru belum dikukuhkan.

‌”Kan dari majelis itu kan dieksekusi PB IDI, sementara PB IDI-nya kan sudah demisioner yang lama, PB IDI yang baru belum diangkat,” ujarnya.

‌”Lalu kemudian oleh oknum ini dicolong di forum itu untuk memecat, gitu lho, sehingga membuat gaduh, padahal di situ bukan hak oknum itu untuk mengumumkan soal rekomendasi majelis etik kedokteran ini,” ujar Dasco.

‌Oleh karena itu, Dasco mendorong polisi menyelidiki oknum yang memicu kegaduhan yang terjadi di Muktamar dengan salah satu pasal yang dikenakan yakni keonaran. “Bisa dengan pasal keonaran,” ujarnya.

‌Dia meminta oknum yang membuat gaduh diproses hukum sehingga kejadian serupa tidak terulang dalam organisasi.

‌”Saya akan minta pihak kepolisian untuk menyelidiki oknum yang membuat kegaduhan ini dan proses secara hukum karena kejadian-kejadian seperti ini tidak boleh terulang, di mana hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh sebuah organisasi dilakukan oleh per orang-orang,” kata Dasco.

dr Terawan Agus Putranto sebelumnya resmi dipecat sebagai anggota IDI berdasarkan keputusan MKEK. Terawan dan IDI memiliki hubungan panas-dingin sejak munculnya terapi ‘cuci otak’.

‌Terawan dipecat dalam Muktamar Ke-31 IDI yang digelar di Aceh. Terawan pun tidak diizinkan melakukan praktik kedokteran. Hal itu dikonfirmasi Ketua Panitia Muktamar Ke-31 IDI dr Nasrul Musadir Alsa, Sabtu 26 Maret 2022.

‌”Iya (dipecat), dari hasil muktamar yang kami terima ya. Dari hasil yang kita terima yang diserahkan panitia memang begitu, (sesuai) MKEK iya,” kata dr Nasrul Musadir Alsa.*

‌(Muhamad Fadly)

Artikel ini telah dibaca 100 kali

 
Baca Lainnya

Novel Baswedan Kaget Eks Pegawai KPK Jadi Pengacara Ferdy Sambo

28 September 2022 - 23:52 WIB

Demi Bela Istri Ferdy Sambo, Ini yang Dilakukan Eks Jubir KPK Febri Diansyah

28 September 2022 - 22:08 WIB

Jaksa Kasus Ferdy Sambo Bakal Disadap dan Diinapkan di Safe House

28 September 2022 - 17:59 WIB

Hindari Social Engineering, Pakar Keamanan Siber Imbau Masyarakat Tidak Asal Klik Link dan Install Aplikasi

28 September 2022 - 17:47 WIB

Berkas Perkara Pembunuhan Brigadir J Lengkap, Ferdy Sambo Cs Segera Diadili

28 September 2022 - 17:39 WIB

Edan! Kakek di Ngawi Bacok Istri Lalu Bunuh Diri Gara-gara Ditolak Bercinta

28 September 2022 - 17:29 WIB

Lampung
Trending di Nasional