Nadiem Tolak Bahasa Melayu Jadi Bahasa ASEAN

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Nasional ยท 5 Apr 2022 16:14 WIB

Nadiem Tolak Bahasa Melayu Jadi Bahasa ASEAN yang Diusulkan PM Malaysia


 Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim (Bidik layar/Suara.com/Bogordaily.net) Perbesar

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim (Bidik layar/Suara.com/Bogordaily.net)

Bogordaily.net- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menolak usulan Bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN. Ia pun menekankan akan mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi organisasi negara Asia Tenggara itu.

“Saya sebagai Mendikbudristek, tentu menolak usulan tersebut (usulan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Ismail Sabri Yaakob agar memperkuat bahasa Melayu sebagai bahasa perantara dan bahasa resmi ASEAN),” kata Nadiem dikutip CNN Indonesia dari Antara.

“Namun, karena ada keinginan negara sahabat kita mengajukan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN, tentu keinginan tersebut perlu dikaji dan dibahas lebih lanjut di tataran regional,” imbuhnya.

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan bahwa di tingkat internasional, bahasa Indonesia telah menjadi bahasa terbesar di Asia Tenggara dan penyebarannya telah mencakup 47 negara di seluruh dunia.

Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) juga telah diselenggarakan oleh 428 lembaga, baik yang difasilitasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, maupun yang diselenggarakan secara mandiri oleh pegiat BIPA, pemerintah, dan lembaga di seluruh dunia.

Selain itu, Bahasa Indonesia juga diajarkan sebagai mata kuliah di sejumlah kampus kelas dunia di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia, serta di beberapa perguruan tinggi terkemuka di Asia.

“Dengan semua keunggulan yang dimiliki bahasa Indonesia dari aspek historis, hukum, dan linguistik, serta bagaimana bahasa Indonesia telah menjadi bahasa yang diakui secara internasional,” kata Nadiem.

“Sudah selayaknya bahasa Indonesia duduk di posisi terdepan, dan jika memungkinkan menjadi bahasa pengantar untuk pertemuan-pertemuan resmi ASEAN,” pungkasnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Ismail Sabri Yaakob dalam lawatannya ke Indonesia menyatakan akan memperkuat bahasa Melayu sebagai bahasa perantara antara kedua kepala negara, serta sebagai bahasa resmi ASEAN.***

(Muhammad Rizki Maulana)

Artikel ini telah dibaca 200 kali

 
Baca Lainnya

Novel Baswedan Kaget Eks Pegawai KPK Jadi Pengacara Ferdy Sambo

28 September 2022 - 23:52 WIB

Demi Bela Istri Ferdy Sambo, Ini yang Dilakukan Eks Jubir KPK Febri Diansyah

28 September 2022 - 22:08 WIB

Jaksa Kasus Ferdy Sambo Bakal Disadap dan Diinapkan di Safe House

28 September 2022 - 17:59 WIB

Hindari Social Engineering, Pakar Keamanan Siber Imbau Masyarakat Tidak Asal Klik Link dan Install Aplikasi

28 September 2022 - 17:47 WIB

Berkas Perkara Pembunuhan Brigadir J Lengkap, Ferdy Sambo Cs Segera Diadili

28 September 2022 - 17:39 WIB

Edan! Kakek di Ngawi Bacok Istri Lalu Bunuh Diri Gara-gara Ditolak Bercinta

28 September 2022 - 17:29 WIB

Lampung
Trending di Nasional