BMKG Jelaskan Penyebab Turun Hujan di Musim Kemarau

Menu

Mode Gelap
Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot! Update Korban Tragedi Kanjuruhan: 174 Orang Meninggal Dunia Terbaru! Ini Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Jumat 30 Sepember 2022 Lagi! Kota Bogor Hujan Hari Ini, Jumat 30 September 2022 Melonjak Rp 10 ribu Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Nasional · 16 Jul 2022 20:13 WIB

BMKG Jelaskan Penyebab Turun Hujan di Musim Kemarau


 Penjelasan BMKG Terkait Memasuki Musim Kemarau, Hujan Masih Turun. (tribun/Bogordaily.net) Perbesar

Penjelasan BMKG Terkait Memasuki Musim Kemarau, Hujan Masih Turun. (tribun/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab hujan yang masih terjadi di musim kemarau tahun ini, yakni karena masih aktifnya beberapa fenomena dinamika atmosfer skala global-regional yang cukup signifikan.

Guswanto Deputi Bidang Meteorologi dalam keterangannya, Sabtu, 16 Juli 2022 menjelaskan, dinamika atmosfer skala globalregional yang cukup signifikan seperti fenomena La Nina yang pada bulan Juli ini diidentifikasi masih cukup aktif dengan kategori lemah.

“Kondisi tersebut masih turut berpengaruh terhadap penyediaan uap air secara umum di atmosfer Indonesia,” ujar Guswanto.

Selain La Nina, kata Guswanto, penyebab hujan di musim kemarau juga karena adanya fenomena Dipole Mode di wilayah Samudra Hindia saat ini juga menunjukkan indeks yang cukup berpengaruh dalam memicu peningkatan curah hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

Sementara itu, dalam skala regional, terdapat beberapa fenomena gelombang atmosfer yang aktif meningkatkan aktivitas konvektif dan pembentukan awan hujan, yaitu: MJO (Madden Jullian Oscillation), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby yang terjadi pada periode yang sama.

“Adanya pola belokan angin dan daerah pertemuan serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitar Sumatra bagian selatan dan di Jawa bagian barat juga mampu meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah tersebut didukung dengan anomali suhu muka laut positif yang dapat meningkatkan potensi uap air di atmosfer,” jelasnya.

BMKG memprediksi potensi hujan untuk periode sepekan ke depan (16 – 23 Juli 2022) dengan intensitas sedang-lebat dapat terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Hujan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi di beberapa wilayah seperti Aceh, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan.

“Sementara itu untuk wilayah Jabodetabek masih perlu diwaspadai potensi hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di pada siang-sore hari terutama di wilayah barat, timur, dan selatan,” ujar Guswanto.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi hujan yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang. Terkait musim kemarau, Guswanto pun mewanti-wanti agar masyarakat waspada terhadap dampak kekeringan.

(Riyaldi Suhud)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

9 Kota di Indonesia Punya Sebutan Nama Buah, Nomor 5 Tetangganya Bogor

3 Oktober 2022 - 19:46 WIB

Kota Nama Buah

Dugaan Langgar Kode Etik, 28 Anggota Polri Diperiksa soal Tragedi Kanjuruhan

3 Oktober 2022 - 18:57 WIB

Anggota Polri Kanjuruhan

Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot!

3 Oktober 2022 - 18:42 WIB

Kapolres Malang

Berlaku Besok, Ini Tarif Jalan Tol Serpong-Balaraja

3 Oktober 2022 - 17:43 WIB

Tarif Jalan Tol Serpong-Balaraja

Hey Mom, Ini 8 Trik Mudah Menumbuhkan Kegemaran Membaca Buku Pada Anak

3 Oktober 2022 - 17:32 WIB

kegemaran membaca pada anak

Tok! Atnike Nova Sigiro Terpilih Jadi Ketua Komnas HAM

3 Oktober 2022 - 17:04 WIB

Trending di Nasional