Siap-Siap, Minggu Depan Jokowi Umumkan Kenaikan Harga BBM

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Ekonomi · 19 Agu 2022 16:21 WIB

Siap-Siap, Minggu Depan Jokowi Umumkan Kenaikan Harga BBM


 Petugas SPBU saat melayani pengisian BBM jenis pertalite. (Alfian Winanto/Suara.com/Bogordaily.net) Perbesar

Petugas SPBU saat melayani pengisian BBM jenis pertalite. (Alfian Winanto/Suara.com/Bogordaily.net)

Bogordaily.net–  Pemerintah memberi sinyal adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan harga BBM pekan depan.

Luhut mengatakan, Presiden Jokowi telah mengindikasikan bahwa pemerintah tidak bisa terus mempertahankan harga solar dan pertalite di harga saat ini.

“Itu modelling ekonominya saya kira sudah dibuat, nanti mungkin minggu depan Presiden akan mengumumkan mengenai apa, bagaimana, mengenai kenaikan harga ini. Jadi Presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan terus demikian, karena kita harga BBM termurah se-kawasan ini. Kita jauh lebih murah dari yang lain dan itu beban terlalu besar kepada APBN kita,” kata dalam acara Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin, Makassar dilansir Suara.com, Jumat, 19 Agustus 2022.

Luhut menjelaskan, Indonesia sudah cukup baik menjaga laju inflasi di level yang terkendali saat ini. Namun, inflasi Indonesia pada Juli 2022 tercatat sebesar 4,94 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Inflasi Indonesia masih lebih rendah dari sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat yang mencapai 8,5 persen; Uni Eropa sebesar 8,9 persen, bahkan Turki sudah mencapai 79,6 persen. Namun, capaian inflasi ini melebihi dari batas atas sasaran tiga persen plus minus satu persen.

Lebih lanjut ia meminta timnya untuk membuat modelling kenaikan inflasi. Menurut dia, meski saat ini masih tergolong terkendali, laju inflasi akan sangat bergantung pada kenaikan solar dan pertalite yang masih disubsidi pemerintah.

Ia berharap, masyarakat untuk bersiap untuk kemungkinan adanya kenaikan harga BBM. Pasalnya, pemerintah juga harus menekan terus meningkatnya beban subsidi di APBN.

“Karena bagaimanapun, tidak bisa kita pertahankan demikian. Jadi tadi, mengurangi pressure (tekanan) ke kita karena harga crude oil (minyak mentah) naik, itu kita harus siap-siap,” kata dia.

Ia mengungkapkan, kenaikan harga pertalite dan solar menjadi satu dari sejumlah strategi untuk bisa menekan beban subsidi, selain pengurangan mobil-mobil berbahan bakar fosil dengan kendaraan listrik, dan implementasi B40.

“Subsidi kita kemarin Rp502 triliun, kita berharap kita bisa tekan ke bawah, tadi dengan pengurangan mobil-mobil combustion, diganti dengan listrik, kemudian B40, serta menaikkan harga pertalite yang kita subsidi cukup banyak dengan solar,” pungkasnya.***

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Naik Lagi! Catat Ini Harga Emas Antam 24 Karat Hari Ini Sabtu, 3 Desember 2022

3 Desember 2022 - 11:54 WIB

harga emas 3 Desember

MenKopUKM Pastikan Pabrik Minyak Makan Merah di Sumut Siap Beroperasi Segera

3 Desember 2022 - 09:40 WIB

pabrik makan minyak merah

MenKopUKM: Masyarakat Deli Serdang Bisa Manfaatkan Program Solusi Nelayan Mulai Desember 2022

2 Desember 2022 - 22:36 WIB

Bawa UMKM Indonesia Mendunia, BRI Selenggarakan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022

2 Desember 2022 - 16:19 WIB

Forum Kemitraan BUMN dan UKM Hasilkan Potensi Kerja Sama Mencapai Rp 224,8 miliar

2 Desember 2022 - 16:06 WIB

BRI Fokus pada Isu Inklusi Keuangan, Menteri BUMN Erick Thohir Apresiasi Peran BUMN Sukseskan Presidensi G20

2 Desember 2022 - 11:15 WIB

Trending di Ekonomi