Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto terus menyoroti persoalan tidak adanya penambahan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP) selama 10 tahun terakhir di Kota Hujan.
Padahal, menurut Atang, masalah belum adanya penambahan sekolah itu sudah lama jadi fokus dari DPRD Kota Bogor.
“Terjadi di beberapa wilayah, seperti ujung Bogor Timur, ujung Bogor Utara, dan ujung Tanah Sareal,” kata Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kota Bogor tersebut menerangkan, sejak pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2020, pihaknya sudah menyampaikan soal kurangnya SMPN.
Baca juga : DPC PKS Bogor Utara Distribusikan Paket Daging Kurban untuk Masyarakat
“Hasil rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) pada pembahasan APBD akhir tahun 2021 juga meminta kepada Pemkot Bogor untuk menghitung proyeksi kebutuhan SMPN dan SMAN,” jelas Atang
Ia juga meminta Pemkot memetakan lahan milik pemerintah di wilayah yang perlu pendirian sekolah menengah negeri, serta menyiapkan rencana pembangunannya.
Oleh karena itu Atang menyarankan agar Pemkot mengalokasikan anggaran di tiap tahun APBD. Termasuk mengajukan bantuan keuangan propinsi untuk SMA atau SMK.
Dirinya juga menyarankan Pemkot agar mensinergikan sekolah-sekolah swasra agar biaya pendidikan lebih terjangkau melalui program beasiswa.
Oleh karena itu, Atang mendesak Pemkot agar segera membuka sekolah baru yang telah dibangun untuk segera membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun depan.
“Tahun ini sedang pelaksanaan dan itu harus selesai supaya bisa mulai operasional tahun depan,” tutup Atang. (Muhammad Irfan Ramadan)