Friday, 23 February 2024
HomeNasionaldr Benny Muliawan Bahas Cedera Luka Bakar : Jenis, Tatalaksana Awal dan...

dr Benny Muliawan Bahas Cedera Luka Bakar : Jenis, Tatalaksana Awal dan Penanganan Lanjutan

Bogordaily.net adalah cedera kepada badan yang disebabkan oleh panas, listrik, kimia, radiasi atau gas yang di mana keparahan cedera ditentukan dari jumlah, lama paparan kepada selular dan sifat dari penyebabnya.

Hal ini disampaikan oleh dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstuksi dan Estetika , dr Benny Muliawan, Sp.BP-RE.

Ditemui di ruang praktiknya di poliklinik , dokter Benny menjelaskan tentang jenis-jenis cedera dan juga tatalaksana penanganannya.

itu pada umumnya terbagi menjadi 5 jenis, berdasarkan tingkat keparahannya,” jelas dr. Benny.

Baca juga : Terungkap, Ini Motif dan Modus Pelaku Penipuan Tiket Konser Coldplay

5 Jenis

Berikut adalah pembagiannya :

1. epidermal adalah yang paling ringan dan hanya mengenai lapisan epidermis kulit.

Contoh tersering adalah yang dikarenakan terjemur matahari.

Kondisi ini kita akan terasa nyeri namun tidak mengalami kerusakan kulit berarti.

2. Luka bakar superficial dermal adalah luka bakar yang sudah mengenai lapisan atas dermis.

Karena terjadi disintegrasi sel kulit dermis namun struktur epitel masih intak.

Maka akan terjadi perembesan cairan ke area yang rusak sehingga membentuk gelembung cairan.

Kulit di bawahnya berwarna pink. Kondisi ini akan mengakibatkan nyeri namun area tersebut dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu

3. Luka bakar mid-dermal adalah lapisan luka bakar yang berada diantara luka bakar superficial dan deep dermal. Kondisi kulit mirip dengan luka bakar superficial dermis.

Kulit terasa nyeri namun warna kulit kemerahan lebih gelap dibandingkan dengan luka bakar superficial.

Kulit masih dapat sembuh dengan sendirinya namun lebih lama dari luka bakar superficial dermis sekitar 2-3 minggu

4. Luka bakar deep- dermal adalah lapisan luka bakar yang mengenai hingga lapisan reticulum dermis.

Kondisi ini mengakibatkan pembuluh darah dan saraf kulit mengalami cedera sehingga gambarannya luka tidak terlalu nyeri namun kerusakan kulit sudah berat.

Warna kulit merah gelap bercak-bercak. Kondisi kulit tidak dapat sembuh sendiri dan harus dilakukan operasi pembuangan kulit yang mati.

5.Luka bakar full-thickness adalah luka bakar yang mengenai semua lapisan kulit hingga lapisan di luar kulit (jaringan lemak, otot hingga tulang).

Penampakan kulit tampak warna kulit putih pucat (karena kerusakan protein semua lapisan kulit) atau warna hitam (karena matinya lapisan kulit).

Kondisi kulit ini pasien tidak terdapat nyeri dan kesembuhan spontan kulit tidak mungkin terjadi.

“Nah luka bakar ini banyak penyebabnya. Yang paling sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari contohnya karena aliran listrik. Bisa juga karena api karena gas LPG yang bocor,” jelas dr.Benny.

“Apabila terjadi luka bakar, ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan pasien, hingga nantinya pasien tersebut tiba di rumah sakit untuk penanganan yang lebih lanjut,” jelas dr.Benny.

Penanganan Awal

Berikut adalah tatalaksana penanganan awal luka bakar :

1. Stop proses pembakaran pada kulit. Lepas baju atau bahan kain yang terbakar. Segera jauhkan tubuh dari sumber panas.

2. Turunkan suhu kulit dengan cara mengalirkan air sejuk ke daerah luka bakar selama 15-20 menit.

Bisa juga dengan mengompres luka tersebut dengan air yang sejuk.

Tidak diperbolehkan mengompres luka tersebut dengan air dingin atau air es karena dapat memperberat kondisi luka bakar.

Baca juga : UMP Jakarta 2024 Ditetapkan, Naik Jadi Rp5.067.381

3. Tutup luka bakar tersebut dengan plastik atau kain yang bersih agar luka tersebut tidak terkontaminasi.

4. Apabila terdapat lepuhan, jangan dipecahkan karena pecahan dari lepuhan dapat menjadi sarana kuman masuk ke dalam luka tersebut.

“Apabila tatalaksana awal tersebut sudah dilakukan, segera bawa pasien ke rumah sakit terdekat untuk dapat penanganan lanjutan, sebut dr.Benny.

“Nantinya luka tersebut akan dinilai berdasarkan derajat keparahannya. Apabila termasuk dalam jenis luka berat dan luka bakar khusus, maka sangat mungkin dilakukan operasi untuk menghindari terjadinya kecacatan ketika luka bakarnya sembuh. Termasuk juga tindakan-tindakan seperti tindakan cangkok kulit untuk menutupi luka,” tambahnya.

Dokter Benny juga menjelaskan bahwa perlu ada pemantauan ketat terhadap pemberian cairan dan obat-obatan yang diberikan.

Selain itu, nutrisi yang diberikan ke pasien juga harus diawasi agar pasien tidak mengalami malnutrisi yang dapat menghambat penyembuhan luka.

“Pasien luka bakar tidak hanya perawatan operasi saja, namun juga perlu dilakukan perawatan rehabilitasi medis seperti fisioterapi pada anggota gerak dan pernapasan. Karena pasien luka bakar itu tirah baringnya tidak 1-2 hari tapi bisa berhari-hari atau bisa berminggu-minggu jika berat. Dan tidak kalah penting, pasien luka bakar itu juga mengalami trauma psikis, makanya sangat penting untuk diberikan support dan jika perlu terapi psikologis agar semangat hidup dan semangat sembuh pasien bisa meningkat,” tutup dr.Benny.

Dokter Benny Muliawan berpraktik di setiap Selasa, Kamis dan Sabtu dari pukul 08:00 WIB hingga pukul 14:00 WIB.(Ibnu Galansa) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here