Saturday, 13 April 2024
HomeOpiniMenyikapi Keberlanjutan Rohingya yang Menetap di Indonesia

Menyikapi Keberlanjutan Rohingya yang Menetap di Indonesia

Bogordaily.net – Menanggapi kasus hadirnya pengungsi Rohingya ke Indonesia merupakan permasalahan yang memiliki kompleksitas yang tinggi dalam aspek kemanusiaan. Kita tetap harus menampung dalam waktu sementara pengungsi Rohingya dengan alasan adanya prinsip non-refoulment yang telah diakui sebagai hukum Internasional.

Prinsip ini melarang negara untuk mengembalikan atau mengusir orang – orang ke negara asal atau ke negara lain yang berpotensi mendapat tindakan persekusi, penyiksaan, atau pelanggaran HAM yang berat.

Berdasarkan fakta yang dikutip situs web UNHCR Indonesia perlu kita ketahui bahwa selama beberapa dekade pengungsi Rohingya mendapat perlakuan deskriminatif dari pemerintahan Myanmar, mereka tidak diberikan akses terhadap kewarganegaraan dan pencatatan yang mana tidak diperbolehkan mengakses layanan kesahatan, Pendidikan dan kesempatan kerja.

Pengungsi rohinghya tidak datang untuk mengeksploitasi Indonesia, mereka datang karena adanya Keputusan yang disebabkan oleh meningkatnya pembunuhan, penculikan, dan situasi berbahaya di tempat tinggal mereka sebelumnya.

Banyak warga negara Indonesia yang menolak masuknya warga negara asing pengungsi yang berasal dari Rohingya ke Indonesia dengan alasan bahwa perlakuan atau sikap yang dilakukan oleh pengungsi Rohingya yang dianggap tidak menghargai dan menghormati terhadap niat baik dan bantuan dari warga negara Indonesia.

Sikap tersebut dilatar belakangi oleh sulitnya untuk mendapatkan akses Pendidikan bagi mereka. Bahkan Pendidikan karakter pada akhirnya tidak sama sekali tertanam dalam diri mereka.

Untuk menghadapi permasalahan datangnya pengungsi Rohingya ke Indonesia, penting bagi kita dalam mengambil sikap kemanusiaan sejalan dengan nilai-nilai diplomatik negara kita.

Diplomasi kemanusiaan yang dijunjung tinggi. Indonesia memerlukan tanggung jawab kemanusiaan. Tidak ada salahnya bagi masyarakat indonesia untuk menerima pengungsi rohingya dalam waktu sementara karena kita sebagai warga dunia memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk membuka pintu hati dan membantu mereka yang membutuhkan perlindungan.

Solidaritas, empati, dan kerjasama dalam menanggapi permasalahan kompleks ini demi menciptakan dunia yang lebih adil dan berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here