Saturday, 13 April 2024
HomeEkonomiTingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat, AgenBRILink Ini Jadi Penyalur Kredit Ultra Mikro

Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat, AgenBRILink Ini Jadi Penyalur Kredit Ultra Mikro

Bogordaily.net Tingkatkan literasi keuangan masyarakat, AgenBRILink di Jakarta menjadi penyalur kredit ultra mikro.

Tak hanya sekadar penopang ekonomi rakyat, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga menjadi salah satu pilar sosial masyarakat.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau sebagai bank yang fokus pada sektor ini, terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan secara berkelanjutan dan terstruktur. Yakni melalui AgenBRILink yang melayani Program Mitra Ultra Mikro (UMi).

Sala satu AgenBRILink membagikan pengalamannya adalah Nila di Jakarta. Ia menceritakan sebelum menjadi AgenBRILink, ia lebih dulu menjadi nasabah sejak tahun 2000-an.

AgenBRILink
Salah satu AgenBRILink di Jakarta. (Foto: Dok. )

Baca Juga: Menengok Klaster Usaha Binaan BRI, Manfaatkan Hama Eceng Gondok Jadi Anyaman Bernilai Tinggi

“Tahun 1995, setelah melahirkan anak pertama saya memutuskan keluar dari pekerjaan sebagai karyawan. Dengan modal Rp6 juta dari tabungan, saya membuka usaha kelontong. Lalu saya mendapat informasi seputar KUR dan ditawarkan untuk menjadi AgenBRILink,” ujar Nila.

Sambil menjalankan usaha warung kelontongnya dan menjadi AgenBRILink, ia bukan hanya membantu mendapatkan penghasilan dari sharing fee. Akan tetapi juga ikut membantu masyarakat di sekitarnya dalam melakukan transaksi.

“Sampai sekarang, layanan yang paling banyak dibutuhkan adalah transfer pulsa, pembelian token listrik, transfer uang, dan pembayaran cicilan atau angsuran di ,” jelas Nila.

Menjadi AgenBRILink, Nila mengaku banyak berdampak baik terhadap usaha dan omsetnya.

Ia menceritakan, nasabah AgenBRILink berganti-ganti karena kebutuhannya juga berbeda-beda.

“Semakin banyak transaksi di AgenBRILink, tentunya sharing fee yang didapatkan juga meningkat,” imbuhnya.

Jalani Peran Penyalur Pinjaman Ultra Mikro

Dengan memakai nama Toko Angga, usaha Nila yang dijalankan di Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan itu saat ini bukan hanya toko kelontong saja. “Saya juga membuka jasa laundry, dan membuka jasa pemesanan snack box,” kata Nila.

Tak hanya itu, ternyata Nila juga mendapat kesempatan untuk menjadi penyalur pinjaman ultra mikro.

Adapun untuk mencari nasabah UMi, ia lebih mengutamakan menyasar konsumen atau pelanggan di Toko Angga dan orang-orang di sekitarnya. Produk kredit yang ditawarkannya adalah Kece (kredit cepat).

“Untuk produk Kece, saya yang jalan untuk mencari nasabah, saya yang acc, saya yang foto mereka dengan usahanya. Jadi menyerahkan kepercayaannya tersebut kepada saya sebagai Agen BRILink yang membantu menyalurkan UMi kece. Untuk pinjamannya sekitar Rp2 sampai dengan Rp5 juta dengan angsuran per minggu selama tiga bulan,” ungkap Nila.

Untuk calon peminjam atau debitur, Nila menjelaskan harus melengkapi berbagai persyaratan, seperti NPWP, KTP, KK, Surat Nikah, surat usaha dari RT dan RW. Semua penyerahan dokumen itu dapat langsung diproses melalui aplikasi.

Nila juga berharap, dengan adanya AgenBRILink dan program kredit UMi dari , benar-benar dapat dimanfaatkan bagi para pelaku usaha mikro atau kecil.

“Semoga juga semakin lancar usaha setiap orang. Karena pinjamannya sangat ringan dari segi cicilan dan bunganya. Jadi menurut saya, sangat terjangkau dengan masyarakat yang membutuhkan untuk memajukan usahanya,” tambahnya.

AgenBRILink Memberi Kemudahan

Pada kesempatan berbeda, Direktur Utama Sunarso mengatakan AgenBRILink terbukti membantu masyarakat. Dengan kemudahan bertransaksi melalui tanpa harus pergi ke kantor cabang atau ATM. Hal ini menciptakan nilai ekonomi dan nilai sosial secara bersamaan.

“AgenBRILink mengadopsi hybrid banking, yakni proses internal layanan perbankan telah didigitalisasi. Sementara proses interaksi dengan nasabahnya masih human touching melalui agen,” ujar Sunarso.

AgenBRILink menjadi upaya perseroan dalam meningkatkan kapabilitas pemberdayaan. Hal ini tak terlepas dari salah satu aspirasi besar yang ingin dicapai perseroan pada 2025. Yaitu menjadi Champion of Financial Inclusion.

Inklusi keuangan perlu berkualitas karena terkait kemakmuran. Seperti diketahui, Pemerintah mencanangkan target inklusi keuangan mencapai 90% pada 2024.

Agen laku pandai milik atau AgenBRILink mampu menjawab karakteristik nasabah di tataran ekonomi akar rumput. Saat ini, masih banyak nasabah yang lebih senang bertransaksi perbankan lewat agen.

Sebagai informasi, hingga Desember 2023, mencatat jumlah AgenBRILink telah mencapai sebanyak lebih dari 740 ribu yang tersebar di 61.067 Desa di seluruh Indonesia. Sementara volume transaksi tercatat sebesar Rp1.427 triliun.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here