Sunday, 14 April 2024
HomeEkonomiIntip Cerita Desa Ibru Muaro Jambi, Pemenang Desa BRILian Paling Inovatif dan...

Intip Cerita Desa Ibru Muaro Jambi, Pemenang Desa BRILian Paling Inovatif dan Digitalisasi Terbaik

Bogordaily.net Berikut ini kisah Desa Ibru Muaro Jambi, yang menjadi pemenang Desa BRILian paling inovatif dan digitalisasi terbaik.

Ibru merupakan desa yang terletak di Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Dibandingkan dengan desa lain di Jambi, Ibru termasuk desa kecil yang dihuni oleh 271 kepala keluarga.

Meski areanya tak cukup luas, tetapi desa ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat luas.

Desa Ibru memiliki lubuk sumber mata air alam dan banyak lahan tidur yang berpotensi diolah secara massif.

Untuk mendapatkan komoditas unggul sekaligus meningkatkan perekonomian setempat, Desa Ibru berinovasi dengan potensi yang begitu besar dan melimpah yang dimiliki daerahnya.

Desa Ibru memiliki lubuk air bersih yang sangat luar biasa. Selain itu Desa Ibru juga terus mengembangkan sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan tidur, untuk ditanami tanaman rimpang seperti kunyit.

Arman mengatakan, tanaman rimpang kunyit dipilih desanya untuk dibudidayakan. selain untuk diolah menjadi produk kesehatan, sekaligus untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

Ia menambahkan, dalam rangka mewujudkan warga desa yang sejahtera, khususnya petani, pemerintah desa melalui BUMDes Suka Makmur mencoba memanfaatkan lahan kering yang dinilai cocok untuk bertani tanaman biofarmaka seperti kunyit.

Direktur BUMdes Suka Makmur, Anggoro Kasih mengatakan, tanaman biofarmaka adalah tanaman yang berguna sebagai obat herbal atau jamu.

Jenis tanaman tersebut sangat mudah ditanam di laha kering, selain itu juga gampang untuk dipanen dengan umur panen yang cukup singkat.

Berbagai penelitian dan inovasi terus dilakukan BUMDes Suka Makmur hingga akhirnya pada 2022, BUMDes Suka Makmur mencoba inovasi lain dari produk turunan kunyit, yaitu sabun batang kunyit.

Baca Juga: Cerita Klaster Pisang Cavendish di Pasuruan, Lahan Usaha yang Terus Berkembang

Sabun kunyit diproduksi selain untuk digunakan untuk rumah tangga, tapi juga sebagai oleh-oleh. Dari sinilah muncul produk turunan lain, yaitu kerupuk kunyit, pewangi ruangan, serbuk kunyit kristal, hingga memanfaatkan kulit kunyit sebagai eco enzim.

Membudidayakan tanaman biofarmaka terbukti dapat membantu kesejahteraan para petani di Desa Ibru. Apalagi Desa Ibru didukung dengan potensi alam melimpah, dengan begitu masyarakatnya dapat ambil bagian dalam mengembangkan industri yang berbahan baku tanaman obat di Indonesia.

Desa Ibru Muaro Jambi, merupakan pemenang Desa BRILian paling inovatif dan digitalisasi terbaik.(Foto: Dok. BRI)
Desa Ibru Muaro Jambi, merupakan pemenang Desa BRILian paling inovatif dan digitalisasi terbaik.(Foto: Dok. )

Dalam proses pengembangan dan pengolahan kunyit, BUMDes dibantu oleh dua kelompok tani dan masyarakat sekitar. Untuk budidaya kunyit, BUMDes meminta warganya untuk menanam kunyit di pekarangan rumah.

Dalam proses budidaya itu, BUMDes juga ikut mengedukasi kelompok tani. Dari proses pengembangan produk turunan, ternyata diketahui bahwa setiap produk yang akan dihasilkan memiliki masa panen yang berbeda-beda.

Masa panen yang cukup singkat itu juga yang membuat harga kunyit stabil karena dipanen secara bertahap.

Semakin Kuat Karena Program Desa BRILiaN

Ia menambahkan, berbagai upaya dilakukan pemerintah Desa Ibru untuk menjadi desa percontohan di Provinsi Jambi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Ibru juga telah dijadikan Desa Laboratorium Terpadu (DLT) karena aktif menggerakkan masyarakat. Khususnya para kelompok petani, untuk melakukan kegiatan diversifikasi produk berbasis potensi lokal.

“Mantri dari menyarankan kami untuk mengikuti program Desa BRILian. Selama mengikuti program Desa BRILian, Desa kami aktif mengikuti berbagai pelatihan yang diberikan dari klaster usaha dari . Banyak pelatihan yang diberikan, mulai dari manajemen marketing, manajemen keuangan, hingga terkait packaging,” jelasnya.

Saat ini, produk kunyit milik Desa Ibru juga sudah diperkenalkan ke dua negara tetangga. Yakni Turki dan Malaysia. Serta mendapatkan respon yang sangat baik.

Setelah menyabet penghargaan sebagai Desa Inovatif dan Digitalisasi Terbaik, Desa Ibra melalui BUMDes Suka Makmur berencana mengembangkan produk turunan kunyit lainnya. Seperti body wash yang bekerja sama dengan mitra yang berpengalaman di bidangnya.

Desa Ibru Muaro Jambi, merupakan pemenang Desa BRILian paling inovatif dan digitalisasi terbaik.(Foto: Dok. BRI)

BUMDes Suka Makmur juga akan membangun rumah digital, rumah produksi, rumah pencucian rimpang, rumah pengeringan.

Semuanya dibangun dalam satu area yang sama, bukan sekadar untuk tujuan produksi semata, tetapi beberapa area itu juga dapat dijadikan sebagai potensi wisata baru.

“Kami akan buat agroindustri dan agrowisata biofarmaka. Jadi tempat yang kami bangun akan jadi objek wisata berbasis industri,” kata Anggoro.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Utama Sunarso menjelaskan Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi sebagai bentuk agent of development.

Hingga akhir tahun 2023 tercatat terdapat 3.178 desa yang telah mendapatkan pemberdayaan Desa BRILiaN.

“Program Desa BRILiaN ini adalah contoh nyata komitmen sebagai perusahaan BUMN dalam menerapkan economic value dan social value secara bersamaan. Sehingga tidak perlu dipertentangkan, dengan kemampuan menavigasi tantangan dengan baik, maka tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik,” ujar Sunarso.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here